Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tawuran Pelajar SMK di Grobogan Pecah, Satu Siswa Asal Pati Kena Bacok, Ini Identitas Korban

Sirojul Munir • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 02:41 WIB

 

UNTUNG SELAMAT: Korban W, siswa salah satu SMK di Kayen Pati menjalani perawatan di RS Siaga Utama Menduran Brati, Grobogan, akibat terkena sabetan celurit saat tawuran antarpelajar SMK di Grobogan
UNTUNG SELAMAT: Korban W, siswa salah satu SMK di Kayen Pati menjalani perawatan di RS Siaga Utama Menduran Brati, Grobogan, akibat terkena sabetan celurit saat tawuran antarpelajar SMK di Grobogan

GROBOGAN – Seorang pelajar SMK di Sukolilo, Pati mengalami luka di kepala akibat sabetan celurit.

Korban terlibat tawuran yang melibatkan puluhan pelajar SMK di Kota Purwodadi, Grobogan dan siswa SMK di Sukolilo, Pati.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Lingkar Purwodadi tepatnya di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan pada Jumat (6/10).

Kaposlek Brati AKP I Kethut Sudhiarta mengatakan, usai mendapatkan sabetan celurit, korban kemudian dilarikan ke RS Siaga Utama Grobogan.

Menurut Kethut, dalam tawuran antar pelajar SMK tersebut berlangsung hanya sesaat.

Sebab, kejadian tersebut diketahui oleh warga sekitar dan pengguna jalan.

Bahkan informasi adanya tawuran langsung ditindaklanjuti polisi dengan mendatangi lokasi kejadian untuk membubarkan massa.

”Begitu ada petugas. Puluhan siswa langsung lari meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Selain itu, salah satu anak SMK yang diamankan juga karena ketinggalan dari rombongan. Anak tersebut kemudian diamankan warga dan sempat di massa karena ulahnya meresahkan warga.

Ada juga satu siswa juga ketinggalan rombongan dan diamankan petugas anggota Polsek Brati yang datang ke lokasi.

Lanjut Ketuhut, tawuran melibatkan pulusan siswa tersebut menggunakan senjata tajam. Mulai dari celurit, pedang dan besi panjang.

“Akibat kejadian tersebut ada satu siswa alami luka di bagian kepala. Luka itu, disebabkan senjata tajam dan terkena bagian belakang. Yaitu, W, warga dan siswa Kayen Pati,” ujarnya.

Menurut Kethut, permasalahan dari tawuran antar pelajar SMK di jalan Lingkar di Desa Menduran, Kecamatan Brati berawal dari tantangan di media sosial.

Kemudian dari tantangan tersebut ditindaklanjuti dari SMK di Kota Purwodadi dan SMK Sukolilo dan Kayen Pati janjian untuk lakukan tawuran. (mun)

Editor : Ali Mustofa