GROBOGAN – Aksi pembacokan yang dilakukan seorang pelajar SMP berinisial El, 14, terhadap pengatur buka tutup jalan Raya Purwodadi – Semarang, tepatnya di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, menjadi perhatian masyarakat.
Dalam aksinya, seorang pengatur arus lalin yang berisial LM, mengalami luka di bagian tangan dan alat kelaminnya. Korban mengalami sabetan senjata tajam, yaitu celurit.
Kejadian pembacokan itu terjadi pada Selasa (3/10) sekitar pukul 01.00 WIB.
Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan tersangka yang merupakan warga Kecamatan Penawangan.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Kaisar Ariadi mengatakan, kasus pembacokan berawal ketika pelaku yang pulang dari Purwodadi bersama temannya naik sepeda motor.
Ketika sampai di lokasi jalan yang rusak, memang dilakukan sistem buka tutup.
”Saat itu, pelaku langsung turun dan mengejar korban hingga jatuh dan korban kemudian dihantam pelaku,” ujar AKP Kaisar.
Menurutnya, untuk meminimalisir kejadian tawuran di Kabupaten Grobogan, Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan sudah menginstruksikan kepada para perwira di lingkup Polres Grobogan untuk turun ke sekolah-sekolah.
”Pak Kapolres sudah menginstruksikan kepada kami para perwira-perwira Polres Grobogan untuk turun ke sekolah-sekolah memberikan arahan kepada para pelajar untuk mengantisipasi tren kenakan remaja yang kerap terjadi di kalangan anak usia di bawah umur,” terang dia.
Dalam kasus pembacokan tersebut, akan tetap melakukan proses hukum. Meski pelaku masih di bawah umur, proses hukum memang tetap berlanjut.
”Meski pelaku masih di bawah umur, proses hukum tetap berlanjut dan nantinya apakah akan dilakukan diversi atau pelaku akan dikembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, antara korban dan pelaku tidak saling mengenal.
Kejadian pembacokan ini terjadi lantaran hal random yang terjadi di usia anak remaja.
“Namanya masih anak-anak, mereka melakukan hal yang random, yang tidak menyadari bahwa hal itu tentu akan berurusan dengan hukum,” terang dia.
Selain itu, saat ini banyak sekali kejadian seperti itu. Ada tawuran yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur usia SMP dan SMA.
Dia mencontohkan seperti yang pernah terjadi di Karangrayung dan Purwodadi beberapa waktu lalu. (mun)
Editor : Ali Mustofa