Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan Puskesmas di Grobogan Ambil Sampel Air Rumah Tangga di 21 Desa, Ini Tujuannya

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 3 Oktober 2023 | 22:44 WIB

 

Petugas kesehatan sedang mengambil sampel secara acak terhadap air minum rumah tangga yang dikonsumsi masyarakat Grobogan.
Petugas kesehatan sedang mengambil sampel secara acak terhadap air minum rumah tangga yang dikonsumsi masyarakat Grobogan.

GROBOGAN - Sebanyak 21 puskesmas di Kabupaten Grobogan serempak melakukan pengawasan eksternal terhadap air minum rumah tangga yang dikonsumsi masyarakat.

Pengecekan air dilakukan secara random sampling di 21 desa lokus.

Kepala Dinkes Grobogan dr Slamet Widodo melalui Sub Koordinator Jati Juswaningsih mengatakan, kegiatan tersebut rutin yang dilakukan setiap tahun.

Merupakan program Sustainable Development Goals (SDGs) “By 2030, achieve universal and equitable access to safe and affordable drinking water for all”.

Upaya pengawasan kualitas air minum dilakukan mulai dari tingkat hulu (sumber sarana air minum), hingga pengawasan ke hilir (tingkat rumah tangga).

Dimaksud untuk memastikan jaminan mutu air yang didistribusikan sampai ke masyarakat benar-benar siap minum dan aman.

”Adanya ini menuntut Dinkes untuk berkomitmen dalam pemenuhan kualitas air minum yang aman beserta pemantauannya bagi seluruh masyarakat. Jadi kami cek hingga ke tingkat rumah tangga,” jelasnya.

Diungkapkan, petugas saat ini ditahap melakukan pengambilan sampel pada tiga kategori akses sarana air minum (SAM).

Yakni, perpipaan PDAM, perpipaan swadaya masyarakat (Pamsimas atau PAM komunal swadaya masyarakat lainnya) dan SAM mandiri berupa sumur pompa, mata air, terminal air.

Selanjutnya, petugas mengambil sampel secara acak sebanyak 15 sampel.

Kemudian dilakukan observasi, wawancara, inspeksi kesehatan lingkungan pada SAM dan pengambilan sampel air di lokasi titik sampel yang sudah ditentukan.

”Di dalam pengambilan sampel air diambil dua titik, yakni titik sarana dan titik siap minum seperti wadah/tempat minum. Jadi untuk total sekabupaten, petugas akan mengambil 315 rumah tangga dengan 630 sampel air,” ungkapnya.

Saat ini petugas memasuki proses turun ke lokasi sasaran. Diharapkan empat pekan ke depan sudah dapat dilakukan analisa data kualitas air minum di rumah tangga tersebut.

”Selama empat pekan itu, petugas akan melakukan pengecekan parameter mikrobiologi, uji kimia anorganik, fisik (bau, warna dan rasa), kimiawi dan 19 parameter lainnya,” tegasnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#air minum #grobogan #puskesmas