GROBOGAN - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) diakui dapat meningkatkan rasa empati dan simpati mahasiswa terhadap permasalahan sekaligus memberikan sumbangan bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat.
Program KKN memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pembelajaran di lapangan yang sebelumnya tidak didapatkan di bangku kuliah.
Universitas Diponegoro (UNDIP) mewajibkan mahasiswa menempuh KKN sebelum menyelesaikan kuliah S1 dan D4 Terapan.
Universitas Diponegoro (UNDIP) mewajibkan mahasiswa menempuh KKN sebelum menyelesaikan kuliah S1 dan D4 Terapan.
Tema yang diusung dalam KKN ini "Penerapan Iptek untuk Konservasi Air dan Energi Desa Sugihmanik untuk Mendukung Sustainable Development Goals".
Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada msyarakat (PKM) skema Iptek untuk Desa Binaan UNDIP dengan ketua Prof. Dr. Sri Hartini, S.T., M.T.
Desa Sugihmanik sendiri mempunyai 30 rumah produksi tahu.
Produksi itu menghasilkan limbah cair maupun padat yang mengganggu lingkungan.
PKM tim Undip tahun 2022, bekerjasama dengan Pemda Grobogan, telah membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk 20 UKM tahu.
Namun, IPAL tersebut menghasilkan lumpur yang menyebabkan fungsi IPAL belum bisa maksimal.
Selain limbah cair, UKM tahu konvensional juga menghasilkan limbah berupa sekam bakar dan bongkol jagung bakar dari hasil pembakaran.
Limbah ini sangat mengganggu lingkungan terutama saat musim kemarau.
KKN Tematik membantu pemecahan masalah dengan melakukan pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Kemudian melakukan pemeliharaan IPAL dan sosialisasi kesehatan masyarakat.
Mahasiswa mengolah limbah cair menjadi pupuk organik cair dan nata de soya, mengolah sekam dan bonggol jagung bakar menjadi briket.
Mereka juga memberi edukasi untuk mengolah lumpur IPAL menjadi kompos, memanfaatkan lumpur sebagai media pakan magot dan memanfaatkan sekam sebagai media tanam.
Sementara itu, program Kesehatan Masyarakat dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada kader PKK Desa Sugihmanik mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme dan pemanfaatan lubang biopori.
Enzim dari “sampah organik” merupakan salah satu cara penanganan manajemen sampah.
Caranya dengan memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk menghasilkan cairan yang bermanfaat untuk keperluan sehari-hari.
Seperti pembuatan sabun, pembersoj rumah, pengusir hama, sebagai pupuk tanaman, dan hewan ternak.
Sosialisasi pola hidup sehat juga disampaikan kepada anak-anak SD di Desa Sugihmanik.
Sosialisasi perlindungan lingkungan bukan hanya kepada masyarakat namun juga kepada industri yang ada di Desa Sugihmanik, mengenai Environmental Social Governance (ESG).
Untuk memudahkan pengelolaan UKM tahu, mahasiswa membuat peta sebaran UKM dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS), dilengkapi dengan data yang terkait dengan pengelolaan limbah.
KKN Tematik yang dilaksanakan oleh tim UNDIP diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan kemauan masyarakat.
Dalam memanfaatkan limbah sebagai bahan baku produk yang bernilai ekonomis sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan potensi ekonomi Desa Sugihmanik. (*)
Editor : Abdul Rokhim