GROBOGAN – Pratu Agung Pamuji Laksono, 27, anggota Satgas Pamtas Mobile Yon 7 Marinir TNI-AL gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
KKB melakukan penyerangan terhadap pos Marinir di KM 06 pada Senin (22/8) sekitar pukul 11.25 WIT. Korban dilaporkan meninggal dalam perjalanan ke RSUD Dekai,
Pratu Agung diketahui warga RT 10 RW 01 Desa Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.
Salah satu kerabat korban, Supardi saat mengenang almarhum. Warga setempat sudah mengetahui kabar meninggalnya Pratu Agung beberapa hari lalu. Kabar jenazah tiba di rumah duka, sempat simpang siur.
''Sudah ada kabar meninggalnya hari Senin. Kalau sampai ke rumah dukanya, kabarnya awalnya Kamis, kemudian jadi Rabu hari ini,'' katanya.
Warga setempat menyebut Pratu Agung sebagai pribadi yang baik. Pratu Agung sendiri meninggalkan seorang istri yang sedang hamil lima bulan.
''Orangnya baik. Sudah menikah, istrinya sedang mengandung, lima bulanan. Istrinya guru wiyata (honorer) di Jakarta,'' imbuhnya
Diberitakan sebelumnya, Pratu Agung Pramudi Laksono dikabarkan gugur setelah mengalami luka tembak pada bagian kepala bagian kiri belakang.
Kronologinya, pada pukul 08.00 WIT personel Pos Satgas Yonif 7/Marinir (Pos Camar) melaksanakan pergantian jaga pos dengan personel Kodim 1715/Yahukimo.
Kemudian pada pukul 11.00 WIT, Personil Pos Satgas Yonif 7/Marinir (Pos Camar) mendapat kontak tembak dari Kelompok Sipil Teroris (KST) Kodap XVI Yahukimo.
Beberapa menit kemudian, Personel Pos Satgas Yonif 7/Marinir (Pos Camar) langsung melaporkan ke Pos Kotis Yonif 7/Marinir melalui HT saat mendapatkan kontak tembak.
Lalu dua SST Personel Satgas Yonif 7/Marinir dipimpin Letkol Marinir Alex Zulkarnain (Dansatgas Yonif 7/Marinir) bergerak dari Pos Kotis Yonif 7/Marinir menuju ke TKP kontak tembak.
Sesampainya di TKP, Alex Zulkarnain dibantu Personel Satgas Damai Cartenz mengevakuasi satu orang korban tembak, yaitu Pratu Agung dengan menggunakan kendaraan dinas Dansatgas untuk dibawa ke RSUD Dekai
Namun, setelah sampai rumah sakit, korban luka tembak tersebut dinyatakan gugur. Rencananya, jenazah Pratu Agung akan dievakuasi dari Dekai menuju Jayapura dengan menggunakan helikopter.
Rabu (23/8) kemarin sejumlah tentara terlihat berjaga di sekitar rumah duka Pratu Agung Pamuji Laksono.
Jenazah yang diperkiran sampai pukul 16.00 WIB itu ternyata baru sampai pada pukul 17.40 WIB. Hal itu lantaran adanya penghormatan terakhir di Semarang.
Baru pukul 17.40 WIB, Pratu Agung sampai di kediamannya. Di depan rumah duka terlihat beberapa karangan bunga juga sudah tertulis Praka Mar, singkatan dari prajurit kepala marinir (anumerta), karena pangkatnya naik satu tingkat.
Selain itu, di rumah duka tampak warga melantunkan tahlil. Sejumlah warga tampak masih berdatangan untuk menyampaikan duka cita.
Termasuk kedatangan Dandim 0717/Grobogan Letkol Arh Muda Setyawan beserta para perwira dan staf.
Isak tangis keluarga mengiringi penurunan peti jenazah Pratu Agung dengan bungkus bendera merah putih dari mobil ke rumah duka.
Seusai penurunan peti, petugas meminta warga dan awak media menjauh dari peti.
Setelahnya, proses pemakaman dimulai secara militer.
Jenazah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat tepatnya di TPU Mbah Sarwu, Desa Kedung Kulon. (int)
Editor : Ali Mustofa