GROBOGAN - Berpulangnya maestro lukis Djoko Pekik yang juga merupakan putra daerah Kabupaten Grobogan membuat syok berbagai pihak.
Salah satunya ialah Juwarno Kuncung atau biasa dipanggil J Kuncung.
Sebab, ia mengaku sempat mengenal sedikit sosok Djoko Pekik.
Baca Juga: Identitas Perempuan yang Tewas Mengapung di Sungai Lusi Grobogan Terungkap, Ini Namanya
Menurut J Kuncung, dari banyaknya lukisan Djoko Pekik, ada satu yang membuatnya merasa terinspirasi hingga sekarang ini.
“Satu-satunya lukisan yang menginspirasi saya adalah Berburu Celeng itu,” ujar J Kuncung.
Menulisnya, Djoko Pekik melukis dengan judul Berburu Celeng itu seperti menggambarkan keadaan Orde Lama pada masa itu.
Baca Juga: Tak Mau Direlokasi, Beberapa Pedagang Pasar Glendoh Grobogan Malah Pilih Adu Konsep
Baca Juga: Gunakan Mobil Terios Saat Mencuri Kayu, Warga Grobogan dan Sragen Diamankan Polsek Geyer
Hingga akhirnya, almarhum ditangkap karena dianggap menjadi anggota LEKRA (Lembaga Kesenian Rakyat) pada saat itu.
“Saat itu, Djoko Pekik menjadi seniman Bumi Tarung dan ditangkap pada 8 November 1965 karena dianggap berhubungan dengan LEKRA. Kalau untuk lukisan Berburu Celeng itu, sejatinya Pak Djoko Pekik ini hanya melukiskan keadaan masyarakat di Grobogan saat itu karena di sini banyak celeng (babi hutan) yang kerap diburu,” jelasnya.
Baca Juga: Grobogan Jadi Runner Up Porprov Jateng 2023 Usai Penantian 26 Tahun, Ini Torehan Medali yang Diperoleh
Baca Juga: Melarikan Diri, Tersangka Cabul Anak di Bawah Umur di Grobogan Diamankan di Semarang, Ternyata ini Orangnya!
Namun, lukisan Berburu Celeng ini dianggap mengkritisi pemerintahan Orde Lama, hingga akhirnya Djoko Pekik ditangkap dan dipenjara.
J Kuncung menjelaskan, dirinya turut merasa bangga sebagai pelukis asli Grobogan.
Pasalnya, sosok Djoko Pekik yang berasal dari Ngaringan, Kabupaten Grobogan, ini menjadi sosok seniman lukis yang dikenal di Indonesia. Bahkan, telah menjadi legenda seni lukis. (int)
Editor : Abdul Rokhim