GROBOGAN - Peristiwa penganiayaan seorang siswa di salah satu SMP di Kecamatan Gubug, yang diduga dikeroyok seniornya di sebuah hutan wilayah Kecamatan Tanggungharjo belum menemui mediasi. Keluarga masih bersikekeh memilih jalur hukum.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Tanggungharjo. ”Saat ini masih tahap penyelidikan. Dari pihak sekolah masih maunya dirembuk secara kekeluargaan,” kata Kapolsek Tanggungharjo AKP Winarno.
Sementara itu, Guru BK salah satu SMP di Kecamatan Gubug, SA, mengungkapkan, pihaknya merima laporan pada Rabu (26/7) pukul 19.00. Peristiwanya diketahui sekitar 13.30.
”Kami sudah panggil nama-nama yang disebutkan korban. Kami data pelaku dan saksi. Namun, korban tidak masuk hari itu. Ada guru kami langsung ke rumah korban, untuk mengetahui sejauh mana peristiwa pemukulan itu. Sampai di sana, ketemu sama keluarga,” jelasnya.
Pihaknya berharap pihak orang tua bisa datang ke sekolah, namun enggan dan sudah melimpahkan kasus tersebut ke pengacara.
”Kami berharap ada mediasi antara keduanya, seluruh biaya pengobatan dibebankan pelaku. Tapi korban tidak terima dan lebih memilih jalur hukum. Pihak sekolah bisa berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan di sekolah. Karena pelaku masih pada di bawah umur,” harapnya.
Sejak Senin (31/7), korban telah berangkat sekolah. Namun, sebelumnya setelah kejadian tersebut, korban enggan sekolah sejak Kamis, Jumat dan Sabtu.
Selanjutnya DP3AKB Grobogan juga akan melakukan pendampingan kepada korban. ”Kami belum dapat laporan, tapi kami mengikuti kasus ini melalui media sosial. Kami masih kaji dulu, kemungkinan hari ini (Red, kemarin) atau besok (Red, hari ini) kami akan melakukan kunjungan kepada korban untuk mendapatkan pendampingan psikologis,” imbuh Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan DP3AKB Agus Setijorini. (int)
Editor : Ali Mustofa