GROBOGAN - Peristiwa penganiayaan seorang siswa di salah satu SMP di Kecamatan Gubug, yang diduga dikeroyok seniornya di sebuah hutan wilayah Kecamatan Tanggungharjo belum menemui mediasi.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka memar dan tidak masuk beberapa hari.
Kejadian itu bermula, ketika korban digiring pelaku dari sekolahnya menuju ke hutan di Kaliceret Kecamatan Tanggungharjo. Pelaku merupakan satu geng di bawah umur yang terdiri dari beberapa sekolah dan kelas.
Hal itu diungkapkan ayah korban, H. Pengeroyokan bermula ketika seorang siswa SMP swasta mendatangi korban yang masih kelas VII. Siswa kelas VIII itu menantang korban berkelahi, namun korban menolak.
''Anak saya kemudian digiring dari sekolahnya ke hutan. Anak saya mengendarai motor, tapi di belakangnya dibonceng oleh anggota kelompok anak-anak itu. Puluhan anggotanya,'' terangnya.
Di hutan Kaliceret, korban pun dianiaya dengan dipukul hingga diinjak. Akibat pengeroyokan itu sang anak mengalami luka memar di bagian kepala dan bagian tubuh lain. Sang bocah pun juga sempat tidak masuk beberapa hari.
”'Kejadiannya sudah hari Rabu (26/7), sekitar 13.30 WIB. Hari Kamis, Jumat, Sabtu tidak berangkat, tidak ikut kemah Sabtu-Minggu,'' ujarnya.
Meski pekan ini korban sudah kembali bersekolah. Namun, keluarga korban masih tidak terima aksi pengeroyokan tersebut, apalagi korban baru sepekan masuk sekolah. Keluarga kini memilih jalur hukum.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Tanggungharjo. ”Saat ini masih tahap penyelidikan. Dari pihak sekolah masih maunya dirembuk secara kekeluargaan,” kata Kapolsek Tanggungharjo AKP Winarno. (int)
Editor : Ali Mustofa