GROBOGAN – Pemkab Grobogan akhirnya memperbaiki Jalan Sedadi-Lajer, tepatnya di Dusun Kedung Gedang, Desa Sedadi, yang ambles selama tiga tahun.
Sebab selama tiga tahun itu warga secara swadaya memperbaiki jalan hingga menghabiskan uang ratusan juta.
Sekdes Lajer, Hartono mengungkapkan, selama ini warga membantu membeli tanah uruk untuk atasi penanganan darurat.
Baca Juga: Soal Dugaan Korupsi BUMDes Asemrudung Grobogan, Warga Wadul ke Bupati hingga Gubernur
“Warga sudah ratusan juta patungan untuk menguruk jalan ambles ini. Sejak Februari 2020, warga kerja bakti untuk memperbaiki jalan agar tetap bisa dilewati. Sebab ini satu-satunya akses masyarakat Lajer dan sekitarnya," ungkap Hartono.
Dia mengatakan, akses utama warga Desa Lajer dan sekitarnya menuju kota kabupaten terganggu akibat amblesnya jalan sedalam kurang lebih 2,5 meter ini.
Kondisi yang semakin parah itu, akhirnya akan teratasi di tahun ini, meski hanya diperbaiki sepanjang 30 meter.
Minimnya anggaran membuat penanganan amblasnya jalan di lereng Kali Lanang ini harus dilakukan secara bertahap. Untuk 2023 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan menganggarkan sebesar Rp 1 Miliar.
Baca Juga: Tim Gabungan Lakukan Razia di Grobogan, Pengemis hingga Pengamen Diamankan
“Tahun ini hanya ada Rp 1 miliar. Maka dioptimalkan dengan mendapatkan panjang 30 meter. Yakni untuk tiang pancang, Dinding Penahan Tanah (DPT) dan urugan. Belum termasuk penanganan jalannya,” kata Sekretaris DPUPR Wahyu Tri Darmanto.
Wahyu menjelaskan, pihaknya telah membuat detail engineering design (DED) secara keseluruhan di tahun ini dengan panjang penanganan 90 meter dan lebar jalan 9 meter.
DED mencakup tiang pancang sedalam 12 meter, dinding penahan tanah, urugan, badan jalan, saluran drainase dll.
"Sesuai DED, penanganan tersebut menelan biaya keseluruhan sebesar Rp 5,7 miliar," ungkapnya. (int/mal)
Editor : Abdul Rokhim