Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Membaik, Sumarlan Pria 200 Kg asal Geyer Grobogan Akhirnya Dipulangkan dari RSUD dr R Soedjati Purwodadi

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 9 Juli 2023 | 22:46 WIB

 

DIEVAKUASI: Sumarlan, 55, warga Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer saat dipulangkan dari RSUD dr Soedjati Purwodadi ke kediamannya.
DIEVAKUASI: Sumarlan, 55, warga Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer saat dipulangkan dari RSUD dr Soedjati Purwodadi ke kediamannya.

GROBOGAN - Kondisi yang semakin membaik membuat pasien obesitas Sumarlan, 55, warga Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer yang sempat dirawat di Ruang Gladiol RSUD dr R Soedjati Purwodadi pada Senin (3/7) akhirnya bisa kembali ke rumahnya.

Sumarlan keluar dari rumah sakit sekitar pukul 15.15 pada Jumat (7/7).

Petugas BPBD, Dinkes hingga PMI Grobogan dikerahkan untuk menurunkan pasien dari bed rumah sakit menuju ke dalam mobil ambulans milik Puskesmas Geyer II ini.

Pemindahan pasien obesitas itu membutuhkan waktu nyaris satu jam lamanya.

Setelah mampu di pindahkan, pasien tanpa ditemani keluarga yang mendampingi di dalam ambulans itu tampak masih kesulitan bergerak.

”Agak sulit ya. Kalau pas dulu (dibawa ke rumah sakit, Red) posisi pasien duduk di dalam ambulans. Saat ini tiduran, jadi memang tak ada space lagi. Pintu belakang juga sempat sulit ditutup karena kondisi kaki yang susah ditekuk,” ungkap salah satu petugas BPBD Grobogan.

Meski begitu, Sumarlan tampak memiliki kondisi yang membaik. Meskipun nafasnya masih tersengal-sengal ketika berucap.

”Kondisinya memang sudah membaik. Tak ada kegawatdaruratan. Demam sudah turun dan sesak berkurang. Senin (10/7) juga pasien harus mulai kontrol terkait perkembangan kondisinya,” ungkap Kasi Pelayanan Rawat Inap dan Sarpras RSUD dr R Soedjati Purwodadi dr Rina Kartini.

Selama dirawat di RSUD, pasien sempat dua hari dilakukan penanganan obesitas. Melalui pengaturan pola makan. Yakni, dengan dilakukan diet rendah lemak, garam dan gula.

Salah satu penanggung jawab Gizi RSUD, Rahmadaniar Dewi menambahkan, pasien obesitas tersebut selama dirawat tidak diberi makanan bersantan dan menghindari gorengan hingga makanan manis.

“Mengurangi produk kacang-kacangan seperti tahu, tempe, kacang ijo, buncis dan kacang tanah. Kemudian kalau makan sehari tetap pakai nasi, sayur sama lauk hewani berupa daging, ayam tanpa kulit. Diselingi buah-buahan seperti pepaya, jeruk dan anggur sebanyak 5-6 butir,” imbuhnya.

Meski mendapatkan diet ketat selama perawatan. Pihaknya berharap hal itu bisa dilanjutkan saat di rumah nanti.

”Untuk bisa turun berat badan tentunya butuh waktu lama. Harus ada yang memantau dari makanan. Selama di sini sulit makan, hanya 2-3 sendok saja, maunya rendang, padahal rendang makanan bersantan,” keluhnya.

Pihaknya juga telah memberikan leaflet sebagai perpaduan menu makanan selama di rumah. Diharapkan bisa diterapkan selama di rumah.

Sedangkan Kepala Dinsos Grobogan Edy Santoso menambahkan, terkait kepulangan tak terkait BPJS yang habis.

”Selama dirawat, Sumarlan memakai BPJS PBI. Masih aktif, jadi aman tak perlu keluar biaya tambahan karena sudah terakomodir pembiayaan,” imbuhnya. (int/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#geyer #grobogan #sumarlan #obesitas #Dipulangkan #kondisi sumarlan