GROBOGAN - Perwakilan para biksu dari umat Buddha mengambil api dari Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong. Api itu akan dipergunakan dalam ritual untuk peringatan hari Waisak.
Ritual pengambilan api itu merupakan rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2567 BE tahun 2023. Tepat pukul 12.00 WIB, prosesi pengambilan api Dharma di objek wisata Api Alam Mrapen dimulai.
Para Biksu dari 10 perwakilan majelis dan Panitia Waisak mulai bergerak ke arah sumber api abadi yang berada persis di samping Batu Bobot. Mereka membawa obor. Obor tersebut kemudian disulitkan.
Selesai mengambil api, para biksu kemudian berjalan kaki sembari membawa obor untuk melanjutkan perjalanan membawa api Dharma untuk disakralkan di Candi Mendut, Magelang dengan pengawalan mobil polisi.
Ketua DPP Wanita Walubi Esther Setiawati mengungkapkan api tersebut akan menjadi sarana pemujaan yang merupakan simbol penerangan dan energi yang luar bisa bagi umat manusia.
"Makna pengambilan api ini adalah cinta kasih dan welas kasih yang dapat menembus ketidaktahuan dalam kehidupan ini dan akhirnya dapat melepas manusia dari belenggu penderitaan," terangnya.
Usai penyakralan api Dharma di Candi Mendut, keesokan harinya para Biksu Buddha tersebut akan mengambil air berkah dari Umbul Jumprit. Puncaknya, pada hari Minggu, para Biksu dan umat usaha memperingati Waisak pada pukul 06.00 WIB. (tos) Editor : Ali Mustofa