Kabid Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Grobogan Candra Yuliapasha mengatakan usulan kawasan tematik di wilayah tersebut mencakup dua rukun tetangga (RT) yakni RT 08 dan RT 09 hingga RW 07. Di sana ada 160 unit rumah dan 196 KK.
“Kawasan tersebut termasuk dalam kekumuhan sedang. Saat ini kami usulkan dari berbagai sumber dana, mulai DAK Integrasi, APBN, APBD dan kolaborasi CSR untuk sheetpile sungai lusi, ruang terbuka publik, peningkatan jalan drainase dan jembatan lingkungan di permukiman kumuh, proteksi kebakaran, penataan bangunan dan rehab RTLH, serta air bersih dan sanitasi,” ungkapnya.
Namun, dari sumber dana tersebut baru mengupayakan DAK senilai Rp 6,5 miliar. Dana tersebut nantinya dipakai untuk penataan lingkungan dan perbaikan rumah. “Untuk usulan sheetpile sungai Lusi baru kami koordinasikan dengan BBWS Pemali Juana,” imbuhnya.
Dia mengatakan saat ini Grobogan sudah lolos ditahapan readiness criteria (RC) utama. Sebanyak 67 kabupaten atau kota telah lolos ditahapan RC utama dari 244 kabupaten atau kota yang mengusulkan.
Saat ini Pemkab Grobogan proses menyiapkan RC tahap pertama seperti DED per sektor, kesiapan lahan, penentuan warga terdampak program (WTP), hingga kesiapan masyarakat. “Yang agak berat memang di lahan yang harus clean n clear dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat atas hak tanahnya. Karena ada sebagian warga belum memiliki sertifikat tanah (SHM ini),” keluhnya. (int/mal) Editor : Ali Mustofa