Setelah terkumpul, makanan dari bahan beras dimasak dengan dimasukan dengan tempat ketupat dari daun kelapa didoakan. Kemudian semua anak menyantapnya bersama dalam acara kupatan.
Kepala SD N 1 Kuripan Agung Budi Utomo mengatakan, festival ketupat bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya kupatan kepada anak. Sehingga mereka bisa mengenal tentang filosofi tradisi kupatan.
”Kupat ini berasal dari kata ngaku lepat. Maka dalam tradisi kupatan mengajak anak-anak untuk saling memaafkan satu sama lain di hari raya Idul Fitri ke 7 ini,” kata Agung Budi Utomo, kemarin.
Dia menjelaskan, kupat atau ketupat merupakan symbol perayaan hari raya islam di jawa. Kupat dibuat dari bahan janur atau daun kelapa. Kemudian janur dianyam dan menjadi ketupat. Artinya dalam budaya kupatan itu juga mempunyai arti silaturrahmi.
”Pengenalan tradisi kupatan ini agar anak tahu sejarah ketupat di Indonesia. Tradisi ini harus dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk kepedulian pada generasi mendatang,” terang dia.
Agung menambahkan, tradisi festival kupatan dengan makan ketupat bersama tersebut baru pertama dilakukan tahun ini. Namun, pihaknya akan mengagendakan dilakukan setiap tahun. Sehingga menjadi agenda rutin sekolah. Sebab, kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari seluruh siswa.
”Program ini mendapatkan dukungan dari seluruh orang tua siswa. Apalagi di SD N 1 Kuripan ada 220 siswa dan lebih mengena langsung dengan ikut meramaikan kupatan,” tandasnya. (mun) Editor : Ali Mustofa