Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stok Beras di Gudang Bulog Grobogan Menipis, Apa Penyebabnya?

Ali Mustofa • Rabu, 19 April 2023 | 23:45 WIB
CEK: Bupati Grobogan Sri Sumarni cek beras di gudang Bulog 104 Purwodadi kemarin. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
CEK: Bupati Grobogan Sri Sumarni cek beras di gudang Bulog 104 Purwodadi kemarin. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
GROBOGAN - Stok beras di Gudang Bulog Grobogan menipis. Hal itu lantaran serapan atau pembelian beras dari petani belum maksimal akibat ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP) tinggi. Terlebih ketetapan itu baru saja diputuskan beberapa waktu lalu.

Bupati Grobogan Sri Sumarni kemarin meninjau Gudang Bulog 104 Purwodadi. Ia datang bersama jajaran Forkopimda. Untuk memastikan stok beras aman dan harga di pasaran.

Menurutnya di pasar, ada kenaikan harga. Hal itu ditengarai karena belum ada panen raya.

"Kemudian kami ke Bulog, gambarannya stoknya menipis. Karena ada bantuan beras 1.714 Ton," imbuhnya.

Menurutnya dengan adanya bantuan itu membuat stok beras di Gudang Bulog 104 Purwodadi menipis. Beras itu didistribusikan ke warga, namun demikian hal itu tak masalah. Sebab pihak Bulog sudah mengantisipasi. Di antaranya bila ada kekurangan akan diambilkan dari gudang Bulog wilayah lain.

"Mudah-mudahan bulog bisa komunikasi dengan pemkab untuk mengamankan stok beras di Grobogan," ujar Sri Sumarni.

Kepala gudang Bulog 104 Purwodadi, Ilham Noviandono menjelaskan terbatasnya stok saat ini lantaran waktu serapan mepet. Karena ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP) baru saja diumumkan. Selain mepet, HPP juga tinggi mencapai Rp 9.950 per kilogram.

"Kami menjamin keamanan stok beras. Apabila terjadi kekurangan, nanti bisa mengambil dari gudang bulog lainnya. Selain itu, bulan depan kami sudah melakukan penyerapan," jelasnya.

Ilham menambahkan, stok beras dari bulan Maret hingga saat ini yakni 1.890 ton. Stok tersebut digunakan untuk bantuan sebanyak 1.714 ton.

Menipisnya cadangan di gudang Bulog itu lantaran pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Perum Bulog Gudang Depok Grobogan menggelontorkan beras 1.714,79 ton dalam rangka penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP). Pendistribusian itu sesuai surat Bapanas nomor 82/TS.03.03/K/3/2023 tanggal 24 Maret 2023.

Beras 1.714,79 ton itu didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sejumlah  171.479 KK. Kegiatan itu akan berlangsung tiga bulan mendatang.

"Sehingga stok saat ini 190 ton di gudang bulog. Dengan stok tersebut insyaallah tetap aman. Karena dibantu dengan buffer stok gudang lain dan Selindo. Jika kurang, bisa ambil dari Jawa Timur," paparnya. (tos/zen) Editor : Ali Mustofa
#grobogan #bulog grobogan #stok beras menipis #stok beras #bupati grobogan #gudang bulog grobogan #serapan beras