Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peringati HUT Ke-297, Pemkab Grobogan Gelar Prosesi Boyong Grobog

Ali Mustofa • Sabtu, 4 Maret 2023 | 16:41 WIB
NAIK KERETA KENCANA: Bupati Grobogan Sri Sumarni ikut dalam rombongan boyong grobog dari Kelurahan/Kecamatan Grobogan menuju pendapa di Kecamatan Purwodadi kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
NAIK KERETA KENCANA: Bupati Grobogan Sri Sumarni ikut dalam rombongan boyong grobog dari Kelurahan/Kecamatan Grobogan menuju pendapa di Kecamatan Purwodadi kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
GROBOGAN – Peringatan HUT ke-297 Grobogan diawali dengan prosesi boyong grobog atau tempat pusaka kemarin. Juga dimeriahkan dengan rebutan gunungan hasil bumi di Alun-alun Purwodadi.

Grobog dibawa menggunakan kereta kencana. Tradisi itu untuk memeringati pemindahan pemerintahan dari kelurahan Grobogan ke Purwodadi pada 1864. Sedangkan peringatan HUT dihitung sejak 1726. Memakai tahun saat Pangeran Puger menjadi bupati pertama Grobogan.

Acara boyong grobog dimulai dengan mengarak grobog dari Kelurahan/Kecamatan Grobogan menuju pendapa di Kecamatan Purwodadi. Prosesi itu diikuti jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Bupati Grobogan Sri Sumarni turut mengikuti di barisan paling depan. Naik kereta kuda. Dikawal kapolres dan dandim yang menunggang kuda.

Selang tiga kereta kencana dari yang dinaiki bupati, ada grobog yang dikawal dua sesepuh dengan pakaian serba putih. Layaknya pengawal zaman kerajaan. Mereka juga naik kereta kuda.

Sedangkan jajaran forkopimda memakai pakaian serba merah. Bupati Sri Sumarni mengenakan kebaya dengan atasan dominan merah dan mengenakan jarit. Model pakaian itu diikuti jajaran forkopimda lain.

Photo
Photo
Grobog pusaka diambil untuk dikirab. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Acara semakin meriah saat pasukan memasuki alun-alun. Lantaran rombongan ditambah dengan jajaran kepala desa hingga camat se-Kabupaten Grobogan. Bergabung menjadi satu. Sedangkan masyarakat sekitar antusias melihat di kanan dan kiri jalan.

”Ini merupakan sejarah perpindahan pemerintahan dari Kecamatan Grobogan ke Purwodadi,” jelas bupati.

Menurut bupati, tahun ini peringatan hari jadi lebih meriah dari tahun sebelumnya. Setelah pandemi selama dua tahun. Bukti kemeriahannya dengan turut menghadirkan gunungan hasil tani serta tumpeng. Sebagai simbol tanda syukur melimpahnya pangan. Ada 20 gunungan dan 280 tumpeng yang dimakan dan diperebutkan warga.

Masyarakat yang berebut itu, percaya bisa mendapatkan berkah dari gunungan yang terbuat dari hasil bumi tersebut, sehingga mereka rela berdesak-desakan.

Menurut Bupati Sri Sumarni, gunungan sengaja disuguhkan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah. Tanda syukur melimpahnya pangan. Dengan harapan hasil panen di Kabupaten Grobogan dari tahun ke tahun bisa semakin melimpah. Dengan bertambahnya usia Kabupaten Grobogan, dia juga berharap kesejahteraan masyarakat lebih meningkat.

”Saya mengajak semua untuk bergotong royong membangun Kabupaten Grobogan. Ayo kita meneruskan perjuangan bupati-bupati sebelumnya. Kita masih punya PR (pekerjaan rumah) kemiskinan dan stunting. Alhamdulillah stunting sudah turun," imbuhnya. (tos/lin) Editor : Ali Mustofa
#gunungan hasil bumi #grobogan #hut ke-297 grobogan #kereta kencana #prosesi boyong grobog #pemkab grobogan