“Korban bernama Sumardi, 50, warga Dusun Nampu dan Suyadi, 40, warga Dusun Dumbong,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy.
Menurut Iqbal, pada pukul 14.10 WIB, Sumadi yang merupakan petani hendak menyedot air di dalam sumur dekat pengairan sawah dengan menggunakan diesel sedot, lalu korban tergelincir bersama dieselnya.
Melihat korban terjebur sumur, seorang warga yang melihat kejadian itu langsung teriak meminta pertolongan. Suyadi kemudian datang dan berusaha menolong Sumardi yang masih di dalam sumur.
"Sesampainya di dalam sumur korban kedua (Suyadi) juga tidak sadarkan diri di dalam sumur," jelasnya.
Iqbal menyebut polisi yang mendapat laporan langsung datang ke lokasi usai mendapat laporan. Keduanya dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
"Dua korban meninggal dunia," ungkapnya, dikutip detik.com.
"Korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk diperiksa oleh Inafis dan dimakamkan sebagaimana mestinya," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih menyebut, kedua warga yang tewas itu bukan disebabkan karena gas di dalam sumur.
"Tidak beracun," kata Endang, Jumat (24/2).
Meski demikian, dia mengakui bahwa kandungan oksigen di dalam sumur tersebut sangat tipis. Kondisi itu juga bisa berakibat fatal.
"Kadar oksigen di dalam sumur sangat tipis jadi jika terlalu lama maka badan menjadi lemas. Karena terlalu lama di dalam maka berakibat fatal," jelasnya. Editor : Ali Mustofa