Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembangunan Jembatan Glapan Grobogan Justru Dikeluhkan Warga, Ini Penyebabnya

Abdul Rokhim • Minggu, 11 Desember 2022 | 22:47 WIB
BERLUBANG: Kendaraan melintas berhati-hati akibat kerusakan di jalan alternatif Gubug-Kedungjati baru-baru ini. (NOER AHMAD FOR RADAR KUDUS)
BERLUBANG: Kendaraan melintas berhati-hati akibat kerusakan di jalan alternatif Gubug-Kedungjati baru-baru ini. (NOER AHMAD FOR RADAR KUDUS)
GROBOGAN - Pembangunan jembatan Glapan yang berimbas pada penutupan jalan Glapan-Ngambakrejo berdampak terhadap rusaknya jalan alternatif Gubug-Kedungjati. Sebab arus lalu lintas dari jalur utama diarahkan ke jalan tersebut yang membuat kendaraan padat.

Jalan alternatif itu memiliki panjang empat kilometer. Melintasi tiga desa, yakni Desa Jeketro, Ngroto, dan Trisari. Akibat padatnya kendaraan yang melintas membuat jalan itu rusak. Berlubang, dan kerap digenangi air saat musim hujan. Seperti kolam.

Warga Ngroto, Mulyono menuturkan kondisi jalan penghubung antar desa tersebut rusak parah sejak penutupan jalan Glapan-Ngambakrejo pada Agustus lalu karena dimulainya proyek pekerjaan pembangunan jembatan glapan oleh PT. Adhi Karya.

“Otomatis dengan proyek itu semua kendaraan dialihkan ke jalan ini semua,” jelasnya.

Atas kerusakan itu, warga pun sudah menyampaikan keluh kesah ke perangkat desa. Agar disampaikan ke penggarap proyek sehingga ditindaklanjuti. Sebab jalan itu akses warga di tiga desa itu menuju kota.

Sementara itu, Ketua BPD desa setempat Asyik Muhammad mengatakan pihak PT. Adhi Karya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak desa. Soal kerusakan jalan tersebut, menurutnya pihak PT. Adhi Karya akan bertanggung jawab untuk memperbaiki kondisi jalan.

"Semua kendaraan memang dialihkan lewat jalan ini, dengan catatan mereka pihak PT. Adhi Karya bertanggungjawab untuk memperbaiki jalan jika terjadi kerusakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu tiga desa juga sudah mendatangi PT. Adhi Karya yang berada di Mrapen. Menyampaikan keluhan masyarakat soal kondisi jalan yang rusak.

"Namun sampai saat ini belum juga ada tindaklanjutnya,” terangnya.

Warga pun berharap jalan penghubung tiga desa tersebut segera diperbaiki. Mengingat jalan tersebut merupakan akses wargAsatu satunya menuju kota Kabupaten Grobogan. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim
#pembangunan jembatan #Pembangunan jembatan glapan grobogan #jalan rusak grobogan #Jembatan glapan #Jalan alternatif gubug-kedungjati #jalan rusak