Baca Juga : Kronologi Dua Oknum PNS di Grobogan Jadi Calo CPNS, Minta Mahar Rp 223 Juta
Pemasangan orang-orangan sawah itu ditempatkan di titik jalan berlubang dan dipenuhi air. Hal itu sebagai gambaran bahwa jalan yang berlubang dan dipenuhi air itu seperti halnya sawah.
Orang-orangan sawah itu dibuat warga dengan menggunakan kayu. Ditancapkan pada titik jalan rusak. Kemudian diberi kaos dan celana pendek. Selain itu juga dibuat kotak dari bambu.
Tak hanya itu, warga juga memasang berbagai plat nomor. Plat nomor tersebut adalah plat nomor kendaraan yang pernah jatuh di area jalan itu.
Warga setempat, Joko mengatakan, pemasangan orang-orangan sawah di jalan rusak yang tergenang air itu dilakukan agar pengendara tidak terperosok ke lubang besar. Sebab, menurutnya banyak pengendara yang melintas kerap mengalami kecelakaan. Terjatuh.
“Kalau tidak dipasangi setiap ada kendaraan lewat situ, satu roda di lubang dan satu roda di aspal yang tak berlubang, pasti terguling,” katanya.
Joko menambahkan, sebelum musim hujan, saudaranya sudah sering menambal titik jalan rusak tersebut. Penambalan dilakukan dengan batu-batu bekas pembongkaran bangunan. Tetapi perbaikan-perbaikan itu tak bertahan lama. Karena pada jalan tersebut ramai kendaraan melintas.
"Banyak juga mobil-mobil pabrik semen yang seharusnya tidak boleh lewat situ,” imbuhnya. (tos/khim) Editor : Abdul Rokhim