Baca Juga : Terungkap! Ini Motif Kepala Kemenag Grobogan Nekat Gantung Diri di Rumahnya
Bahkan dalam video tersebut, kedua oknum itu juga mengeluarkan kata-kata umpatan dan ancaman. Bahkan, mereka mengaku tak takut bila dilaporkan ke kepolisi.
Menurut keterangan korban Sri Wahyuni warga Desa Rowosari, Gubug, Grobogan, kejadian bermula saat dirinya berada dalam rumah karena sakit. Yakni, Rabu (28/9) sekitar pukul 15.00.
Saat berada di dalan rumah itu, kedua oknum bank plecit tersebut datang. Keduanya memarkir motor di depan pintu rumah Sri Wahyuni sambil marah-marah.
"Saya utang Rp 800 ribu. Bayarnya setiap Senin sebesar Rp 104 ribu," jelasnya.
Saat hendak membayar, Sri mengaku memang kekurangan uang. Baru punya Rp 70 ribu. Untuk itu ia izin meminjam orang untuk menggenapi kekurangan itu.
Namun, tiba-tiba oknum bank plecit itu mengamuk. Diduga keduanya terpengaruh minuman keras. Mereka kemudian membanting dua blender milik Sri.
"Ini yang rusak dua blender. Satu harga Rp 250 ribu. Satunya harga Rp 300 ribu," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Sri yang juga pedagang itu tak bisa berjualan lagi. Sementara waktu, ia memilih menutup warung tersebut karena takut kedua oknum itu masih datang menagih utang kembali.
Meski mengalami kerugian, Sri mengaku tak berani melaporkan kejadian itu ke pemerintah desa setempat maupun pihak kepolisian.
"Takut kalau nanti diancam lagi," imbuhnya. (tos/zen) Editor : Ali Mustofa