Baca Juga : Inilah Sosok Crazy Rich Grobogan yang Bangun Jalan Sendiri Senilai Rp 2 M
Sebelum viral, diketahui dalam proses pembangunan tersebut. Joko ternyata sudah meminta izin dari pihak kecamatan, koramil, dan Polsek Karangrayung. Termasuk izin kepada bupati Grobogan, Sri Sumarni. Bupati pun mengiyakan niat baik Joko Suranto untuk membangun ruas jalan di Kabupaten Grobogan itu.
Pembangunan jalan kabupaten di Grobogan sendiri memang terus digencarkan pemerintah kabupaten (pemkab). Bahkan, saat ini telah berhutang ke Bank Jateng sekitar hingga Rp 115 miliar untuk membangun 37 jalan. Pinjaman itu, akan dilunasi hingga masa kepemimpinan Bupati Sri Sumarni berakhir.
Targetnya, tahun ini ada 84,5 persen jalan kabupaten kondisinya baik. Jumlah itu, ada kenaikan 5,3 persen dibandingkan tahun lalu yang sudah mencapai 79,82 persen. Jika diukur panjang jalan baik bertambah 48 kilometer.
Di tengah upaya Pemkab Grobogan itu, ada oase dari sang crazy rich asal Kota Swike Joko Suranto. Dia membangun jalan di Desa Jetis, Karangrayung, dengan merogoh kocek sendiri. Tak tanggung-tanggung, dia menghabiskan Rp 2 miliar untuk membangun jalan sepanjang 1,8 kilometer, lebar 4,5 meter, dengan cor beton bertulang setebal 12 sentimeter.
Baca Juga : Jalan Dibangun Crazy Rich, Warga di Grobogan Ini Gelar Tasyakuran
Dalam pembangunan jalan yang dimulai dari Dusun Nampu, Desa Payaman, sampai Desa Jetis, dan Desa Telawah itu. Sebelumnya kondisi jalan rusak berat. Bahkan, pihak pemdes sudah beberapa kali mengajukan pembangunan jalan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan pemkab. Namun, belum mendapatkan hasil.
Rupanya, aksi dermawan Joko itu, tak hanya sekali ini dilakukan. Sebelumnya, pengusaha sukses ini, setiap Lebaran selalu memberikan sarung dan mukena ke warga di Desa Jetis. Setiap Idul Adha juga selalu memberikan hewan kurban tiga ekor sapi.
Terpisah, Joko Suranto saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus mengaku, tidak menyangka aksinya ini bakal viral. Sebab, baginya itu bukan kali pertama melakukan. ”Setiap tahun selalu ikut memperbaiki jalan. Seperti kirim batu dan pasir, agar jalan di Sendangrejo hingga Jetis bisa dilewati. Itu sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, setelah Bu Sri (bupati Grobogan) mengecor jalan itu, kini saya tinggal membantu di sepanjang Telawah-Welahan,” jelasnya.
Sebelum memutuskan membangun jalan sepanjang 1,8 kilometer, beberapa kali dia bertanya ke pemkab. Namun memang anggaran untuk jalan tersebut belum ada. ”Ya alhamdulillah. Akhirnya pemkab memberi kesempatan kami melakukan amal jariyah membangun jalan. Jika nantinya jalan diminta dihibahkan ke pemkab, akan kami serahkan. Kami ikuti prosedur,” imbuhnya. (mun/int/lin) Editor : Abdul Rokhim