alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Inilah Sosok Crazy Rich Grobogan yang Bangun Jalan Sendiri Senilai Rp 2 M

GROBOGAN – Pembangunan jalan Kabupaten Grobogan di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung mendapatkan perhatian warga masyarakat dan apresiasi untuk pembangunannya. Sebab, jalan sepanjang 1,8 kilometer dibangun dengan cor beton bertulang dibiayai sendiri oleh putra daerah tanpa menggunakan APBD.

Baca Juga : Miris! Diceraikan Sang Istri, Seorang Pria di Grobogan Nekat Gantung Diri

Dia adalah Joko Suranto warga asal Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung yang kini menetap di kota Bandung. Pria tersebut dikenal sebagai Ketua Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jawa Barat. Bapak tiga anak ini, membangun jalan untuk sedekah dan amal untuk diberikan kepada kedua orang tuanya. Yaitu almarhum Haji Hasan Diharjo dan Hajah Siti Naimah.


Jalu pelaksana proyek jalan Desa Jetis mengatakan, pembiayaan pembangunan jalan ditanggung semua oleh Joko Suranto. Panjang jalan yang dibangun ada 1,8 kilometer. Anggaranya sebesar Rp 2 miliar. Lebar jalan 4,5 meter dengan cor beton bertulang tebal 20 centimeter.

”Waktu pekerjaanya hanya 21 hari. Mulai 31 Maret sampai 20 April. Untuk mutu betonya K 250. Kami melibatkan 25 orang dengan bekerja siang dan malam,” kata Jalu.

Dia menargetkan, waktu lebaran hari raya Idul Fitri sudah bisa dinikmati warga untuk dilalui. Namun, untuk kendaraan tersebut baru kendaraan pribadi. Sedangkan untuk truk bermuatan menunggu jeda dua minggu setelah pekerjaan selesai. Agar kondisi beton kuat.

”Insyaallah semua bisa sesuai dengan waktu dan jalanya akan jadi mulus,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Kuwu-Galeh di Grobogan Rusak Parah
SUKA BERAMAL: Joko Suranto (kanan) bersama istri dan tiga anaknya dalam foto keluarga di rumahnya Desa Jetis Kecamatan Karangrayung. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Kepala Desa Jetis Suharnanik mengatakan, pembangunan jalan Kabupaten di Desa Jetis merupakan bantuan dan amal jariyah dari adeknya yaitu Joko Suranto. Dibangunya jalan tersebut merupakan inisiatif dari keluarga agar bisa membantu warga bisa menikmati jalan baik.

”Ini merupakan amal jariyah dari adek saya untuk bersedekah diberikan kepada kedua orang tua yang sudah meninggal. Yaitu almarhum Haji Hasan Diharjo dan Hajah Siti Naimah,” kata Suharnanik.

Dikatakan, pembangunan jalan Kabupaten mulai dibangun mulai Dusun Nampu, Desa Payaman sampai Desa Jetis dan Desa Telawah dikarenakan rusak berat. Beberapa kali mengajukan pembangunan jalan ke Dinas PUPR dan Pemkab Grobogan belum mendapatkan hasil untuk segera dibangun. Bahkan pengajuan dilakukan sampai empat periode kepala desa. Saat mendapatkan hanya tambal sulam. Saat kena hujan hancur lagi.

Bahkan, ketika musim penghujan datang maka jalan akan jadi rusak berkubang. Kemudian jalan jadi becek. Beberapa kali juga ada banjir kecil. Pembangunan jalan terakhir 20 tahun lalu hanya aspal. Padahal jalan tersebut, merupakan jalan utama dari Desa Telawah, Desa Jetis, Desa Nampu sampai dengan Waduk Kedungombo dan Kecamatan Karangayung.

”Setelah ada rembukan keluarga. Adek saya Joko Suranto membantu pembangunan sendiri dengan biaya secara penuh,” ujarnya.

Proses pembangunan sudah meminta izin dari Kecamatan, Koramil dan Polsek Karangrayung. Kemudian meminta izin kepada Bupati Grobogan. Yakni pembangunan untuk membantu warga. Apalagi Desa tersebut mempunyai pasar ramai setiap hari. (mun)

GROBOGAN – Pembangunan jalan Kabupaten Grobogan di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung mendapatkan perhatian warga masyarakat dan apresiasi untuk pembangunannya. Sebab, jalan sepanjang 1,8 kilometer dibangun dengan cor beton bertulang dibiayai sendiri oleh putra daerah tanpa menggunakan APBD.

Baca Juga : Miris! Diceraikan Sang Istri, Seorang Pria di Grobogan Nekat Gantung Diri

Dia adalah Joko Suranto warga asal Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung yang kini menetap di kota Bandung. Pria tersebut dikenal sebagai Ketua Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jawa Barat. Bapak tiga anak ini, membangun jalan untuk sedekah dan amal untuk diberikan kepada kedua orang tuanya. Yaitu almarhum Haji Hasan Diharjo dan Hajah Siti Naimah.

Jalu pelaksana proyek jalan Desa Jetis mengatakan, pembiayaan pembangunan jalan ditanggung semua oleh Joko Suranto. Panjang jalan yang dibangun ada 1,8 kilometer. Anggaranya sebesar Rp 2 miliar. Lebar jalan 4,5 meter dengan cor beton bertulang tebal 20 centimeter.

”Waktu pekerjaanya hanya 21 hari. Mulai 31 Maret sampai 20 April. Untuk mutu betonya K 250. Kami melibatkan 25 orang dengan bekerja siang dan malam,” kata Jalu.

Dia menargetkan, waktu lebaran hari raya Idul Fitri sudah bisa dinikmati warga untuk dilalui. Namun, untuk kendaraan tersebut baru kendaraan pribadi. Sedangkan untuk truk bermuatan menunggu jeda dua minggu setelah pekerjaan selesai. Agar kondisi beton kuat.

”Insyaallah semua bisa sesuai dengan waktu dan jalanya akan jadi mulus,” ujarnya.

Baca Juga :  Berikut Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Pemkab Grobogan Tahun 2021
SUKA BERAMAL: Joko Suranto (kanan) bersama istri dan tiga anaknya dalam foto keluarga di rumahnya Desa Jetis Kecamatan Karangrayung. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Kepala Desa Jetis Suharnanik mengatakan, pembangunan jalan Kabupaten di Desa Jetis merupakan bantuan dan amal jariyah dari adeknya yaitu Joko Suranto. Dibangunya jalan tersebut merupakan inisiatif dari keluarga agar bisa membantu warga bisa menikmati jalan baik.

”Ini merupakan amal jariyah dari adek saya untuk bersedekah diberikan kepada kedua orang tua yang sudah meninggal. Yaitu almarhum Haji Hasan Diharjo dan Hajah Siti Naimah,” kata Suharnanik.

Dikatakan, pembangunan jalan Kabupaten mulai dibangun mulai Dusun Nampu, Desa Payaman sampai Desa Jetis dan Desa Telawah dikarenakan rusak berat. Beberapa kali mengajukan pembangunan jalan ke Dinas PUPR dan Pemkab Grobogan belum mendapatkan hasil untuk segera dibangun. Bahkan pengajuan dilakukan sampai empat periode kepala desa. Saat mendapatkan hanya tambal sulam. Saat kena hujan hancur lagi.

Bahkan, ketika musim penghujan datang maka jalan akan jadi rusak berkubang. Kemudian jalan jadi becek. Beberapa kali juga ada banjir kecil. Pembangunan jalan terakhir 20 tahun lalu hanya aspal. Padahal jalan tersebut, merupakan jalan utama dari Desa Telawah, Desa Jetis, Desa Nampu sampai dengan Waduk Kedungombo dan Kecamatan Karangayung.

”Setelah ada rembukan keluarga. Adek saya Joko Suranto membantu pembangunan sendiri dengan biaya secara penuh,” ujarnya.

Proses pembangunan sudah meminta izin dari Kecamatan, Koramil dan Polsek Karangrayung. Kemudian meminta izin kepada Bupati Grobogan. Yakni pembangunan untuk membantu warga. Apalagi Desa tersebut mempunyai pasar ramai setiap hari. (mun)

Most Read

Artikel Terbaru

/