Baca Juga : Inilah Sosok Crazy Rich Grobogan yang Bangun Jalan Sendiri Senilai Rp 2 M
Kapolsek Purwodadi AKP Sapto Widyo mengungkapkan, menurut keterangan ibu korban, R, 73, sang ibu sedang mencari keberadaan korban. Lantaran, sejak Sabtu (9/4) malam korban tak kunjung pulang ke rumah.
Pada saat mencari di pekarangan samping rumah, ibu korban kaget melihat korban dalam keadaan gantung diri di pohon bambu. Kemudian, pihaknya langsung meminta bantuan paman dan tetangga korban. Langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwodadi.
Adanya laporan tersebut, kanit reskrim bersama tim sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) dan Bhabinkamtibmas Desa Nglobar langsung melakukan pengecekan di TKP.
”Benar ternyata korban telah meninggal dunia dengan keadaan tergantung atau gantung diri. Selanjutnya, kami menghubungi Tim Inafis Polres Grobogan dan bidan desa setempat untuk melakukan pemeriksaan TKP dan korban,” jelas Kapolsek Purwodadi.
Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan TKP. Korban diketahui gantung diri dengan tali plastik berwarna kuning (simpul hidup) yang terikat di lehernya. Serta tali bagian atas terikat di pohon bambu (simpul mati).
Tinggi pohon bambu sekitar 2,5 meter. Kemudian panjang bambu dengan simpul leher 85 senti meter. ”Kondisi korban terdapat bekas jeratan tali pada leher, kaki kiri bawah lutut lecet, lidah tergigit serta mengeluarkan liur. Tidak ditemukan luka atau bekas kekerasan lain. Murni meninggal karena gantung diri,” jelasnya.
Menurut keterangan ibu korban, korban sempat mengalami depresi karena bercerai dengan istrinya. Diduga masalah tersebut menjadi penyebab korban nekat melakukan gantung diri.
Keluarga korban telah menerimakan meninggalnya korban tersebut dikarenakan bunuh diri dengan cara gantung diri. Sehingga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (int/ali) Editor : Abdul Rokhim