Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bersih-bersih Sungai Untuk Konservasi Air Desa Binaan UNDIP

Ali Mustofa • Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
BERSIHKAN SUNGAI: Tim dari Undip, warga Desa Sugihmanik dan pengurus Bank Sampah Membersihkan sungai yang tercemar sampah. (UNDIP FOR RADAR KUDUS)
BERSIHKAN SUNGAI: Tim dari Undip, warga Desa Sugihmanik dan pengurus Bank Sampah Membersihkan sungai yang tercemar sampah. (UNDIP FOR RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan aksi bersih-bersih sungai untuk konservasi air di Desa Binaan. Yaitu di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo.






Program tersebut merupakan kontribusi UNDIP dalam mengembangkan potensi wilayah desa dengan memanfaatkan potensi kampus dan masyarakat, serta jejaring (networking) melalui program Iptek untuk Desa Binaan Undip. Isu penting  yang ditangani dalam program ini diantaranya konservasi lingkungan.


Ketua tim IDBU Dr. Sri Hartini, ST., MT mengangkat kasus mengenai konservasi air dan energi di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo yang sudah sangat tercemar dengan kandungan BOD sebesar 367 mg/L dan COD sebesar 738 mg?L, melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Pemerintan Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012.




KERJA SAMA: LPPM Undip, Bank Sampah Krida Maanik dan Pemdes Sugihmanik bekerjasama dalam membersihkan sungai Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. (UNDIP FOR RADAR KUDUS)




”Ini disebabkan oleh banyaknya sampah yang  dibuang  di sungai dan terlebih karena adanya lebih dari 30 UKM tahu di Desa Sugihmanik telah membuang limbahnya langsung ke sungai,” kata Sri Hartini.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNDIP bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sugihmanik dan Bank Sampah Krida Manik bersepakat untuk melakukan konservasi air secara bersama. Ketiga lembaga ini mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama membersihkan sungai dari berbagai sampah yang ada.

”Aksi nyata bersih-bersih sungai ini dilakukan di  empat dusun yang dilalui oleh sungai,” ujarnya.

Selain itu, tim pengabdian, Pemerintah Desa beserta perangkatnya, Pengurus Bank Sampah Krida Manik dan masyarakat sekitar turun ke sungai membersihkan sampah secara antusias.

Selain kegiaatn bersih-bersih sungai, tim pengabdian IDBU telah berhasil membuat peta sebaran dan karakteristik UKM tahu. Melakukan pelatihan daur ulang sampah menjadi eco enzyme sebagai zat ajaib yang berfungsi memulihkan pencemaran air,  publikasi artikel ilmiah dan progress desain instalasi pengolahan air limbah tahu. .

”Sebagai keberlanjutan dari proragm ini, Tim Pengabdian juga menggandeng Pemerintah Daerah Grobogan. Tim telah berkoordinasi dengan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan dan bersepakat akan membantu pembangunan IPAL untuk mengolah limbah tahu di Desa Sugihmanik di tahun 2022,” terang dia.

Harapannya, pembangunan IPAL juga disertai biodigester sehingga bisa menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai pengganti sekam pagi dan janggel jagung yang menghasilkan emisi tinggi dalam proses pemasakan tahu. Secara jangka panjang, Bank Sampah Krida Manik berkomitmen

”Dengan dukungan Bank Sampah Krida Manik yang diketuai oleh Ibu Eka Sri Pratiwi, SE untuk terus melakukan upaya pengelolaan samapah dengan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) dan dukungan Pemerintah Dea Sugihmanik dalam bentuk kebijakan, maka program konservasi air dan energi bisa mewujudkan desa berkelanjutan,” harapnya.

 


Editor : Ali Mustofa
#konservasi air #undip semarang #desa binaan #grobogan #bersih sungai