GROBOGAN – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan aksi bersih-bersih sungai untuk konservasi air di Desa Binaan. Yaitu di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo.
Program tersebut merupakan kontribusi UNDIP dalam mengembangkan potensi wilayah desa dengan memanfaatkan potensi kampus dan masyarakat, serta jejaring (networking) melalui program Iptek untuk Desa Binaan Undip. Isu penting yang ditangani dalam program ini diantaranya konservasi lingkungan.
KERJA SAMA: LPPM Undip, Bank Sampah Krida Maanik dan Pemdes Sugihmanik bekerjasama dalam membersihkan sungai Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. (UNDIP FOR RADAR KUDUS)
”Ini disebabkan oleh banyaknya sampah yang dibuang di sungai dan terlebih karena adanya lebih dari 30 UKM tahu di Desa Sugihmanik telah membuang limbahnya langsung ke sungai,” kata Sri Hartini.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNDIP bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sugihmanik dan Bank Sampah Krida Manik bersepakat untuk melakukan konservasi air secara bersama. Ketiga lembaga ini mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama membersihkan sungai dari berbagai sampah yang ada.
”Aksi nyata bersih-bersih sungai ini dilakukan di empat dusun yang dilalui oleh sungai,” ujarnya.
Selain itu, tim pengabdian, Pemerintah Desa beserta perangkatnya, Pengurus Bank Sampah Krida Manik dan masyarakat sekitar turun ke sungai membersihkan sampah secara antusias.
Selain kegiaatn bersih-bersih sungai, tim pengabdian IDBU telah berhasil membuat peta sebaran dan karakteristik UKM tahu. Melakukan pelatihan daur ulang sampah menjadi eco enzyme sebagai zat ajaib yang berfungsi memulihkan pencemaran air, publikasi artikel ilmiah dan progress desain instalasi pengolahan air limbah tahu. .
”Sebagai keberlanjutan dari proragm ini, Tim Pengabdian juga menggandeng Pemerintah Daerah Grobogan. Tim telah berkoordinasi dengan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan dan bersepakat akan membantu pembangunan IPAL untuk mengolah limbah tahu di Desa Sugihmanik di tahun 2022,” terang dia.
Harapannya, pembangunan IPAL juga disertai biodigester sehingga bisa menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai pengganti sekam pagi dan janggel jagung yang menghasilkan emisi tinggi dalam proses pemasakan tahu. Secara jangka panjang, Bank Sampah Krida Manik berkomitmen
”Dengan dukungan Bank Sampah Krida Manik yang diketuai oleh Ibu Eka Sri Pratiwi, SE untuk terus melakukan upaya pengelolaan samapah dengan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) dan dukungan Pemerintah Dea Sugihmanik dalam bentuk kebijakan, maka program konservasi air dan energi bisa mewujudkan desa berkelanjutan,” harapnya.