Gerakan PPKM darurat tersebut juga didukung dengan program gerakan satu hari di rumah saja. Yakni pada Minggu (4/7) kemarin. Semua pertokoan, pasar, swalayan, toko modern ,dan perkantoran tutup.
Kepala Satpol PP Grobogan Nurwanta mengatakan, penyekatan ada di jalan masuk Kota Purwodadi mulai arah Pati dan Blora di pertigaan sebelum jembatan Lusi. Kemudian jalan Purwodadi-Ahmad Yani dari Semarang menuju kota juga ditutup.
Begitu juga jalan masuk Kota Purwodadi dari arah Simpang Lima Purwodadi menuju ke Jalan R. Soeprapto Purwodadi juga ditutup. Selain ditutup, titik itu juga dijaga oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, Kepolisian, TNI, dan BPBD Grobogan.
”Warga yang melintas kami periksa. Jika ada gejala, kami rapid test antigen. Bila positif Covid-19 langsung dikarantina,” ujarnya.
Selain di jalan masuk Kota Purwodadi, penyekatan ada di perbatasan. Yaitu dengan mendirikan pos penyekatan di Jalan Purwodadi-Pati. Tepatnya di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan Grobogan. Kemudian di Jalan Purwodadi – Kudus tepatnya di Desa/Kecamatan Klambu, dan di Jalan Purwodadi-Godong perbatasan dengan Demak.
”Penyekatan ini untuk menurunkan angka Covid-19 di Grobogan yang masih tinggi,” tandasnya. Editor : Ali Mustofa