”Saya tidak ada program 100 hari. Setelah dilantik lansung tancap gas kerja untuk penyelesaian infrastruktur di Grobogan yang belum selesai pada periode sebelumnya,” kata Bupati Sri Sumarni.
Dia bersama Bambang Pujiyanto akan langsung bekerja menyelesaikan infrastruktur di 273 desa dan tujuh kelurahan dalam 19 kecamatan ini. Menurutnya, masih banyak pembangunan di kabupaten terluas kedua se-Jateng ini yang belum selesai. Pada periode kedua ini, akan diselesaikan sesuai dengan visi misi periode 2021-2024.
”Kami (Sri-Bambang, Red) minta doa restu kepada seluruh masyarakat Grobogan, forkopimda, OPD, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat yang telah mendukung pembangunan Grobogan. Dukungan ini bisa membantu dalam melanjutkan pembangunan,” harapnya.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah yang akan dipimpinnya juga akan fokus pada pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Akibat pandemi, APBD banyak tersedot untuk penanganan.
Pada periode kedua ini, pihaknya akan meningkatkan perekonomian warga sesuai dengan visi misi ”Terwujudnya Grobogan yang Lebih Sejahtera, Berdaya Saing, Beriman, dan Berbudaya”.
”Untuk mewujudkan perlu kerja sama semua pihak, agar bisa menjadikan Grobogan semakin hebat,” terangnya.
Sementara itu, serah terima jabatan Plh bupati Grobogan akan dilaksanakan besok pagi (27/4). Acara yang akan digelar di pendapa kabupaten ini, diisi dengan penyerahan kepemimpinan dari Plh Bupati Sumarsono kepada Sri Sumarni sebagai bupati definitif. Sebab, telah dilantik dan ditetapkan gubernur Jateng.
”Setelah dilantik di Semarang, saya langsung balik ke rumah dinas bupati. Kemudian malam harinya menggelar tasyakuran dan doa bersama,” tambahnya.
Terkait dengan penetapan pada rapat paripurna sebagai bupati dan wakil bupati Grobogan periode 2021-2024 akan digelar Senin (3/5) nanti. Yaitu dengan agenda penetapan sebagai bupati dan wakil bupati Grobogan. Editor : Ali Mustofa