Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Muhammad Fajar Diva, Siswa SMA PGRI Pati Ciptakan X-Antuk, Alat Pencegah Kecelakaan Microsleep

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 3 Februari 2026 | 15:32 WIB
INOVATIF: Muhammad Fajar Diva mengecek kesiapan X-Antuknya di SMA PGRI Pati baru-baru ini.
INOVATIF: Muhammad Fajar Diva mengecek kesiapan X-Antuknya di SMA PGRI Pati baru-baru ini.

 

 

Pelajar SMA PGRI Pati Muhammad Fajar Diva Audiansyah menciptakan inovasi bernama X-Antuk.

Berupa gelang pendeteksi dan mengusir microsleep bagi pengemudi. Hasil inovasi ini, mengantarkan Indonesia meraih prestasi di ajang internasional di London.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati

TANGANNYA tampak sibuk mengotak-atik rangkaian elektronik di dalam sebuah kotak putih bertuliskan X-Antuk.

Sesekali pandangannya beralih ke layar ponsel. Memastikan aplikasi yang terhubung dengan alat itu, berjalan sempurna.

Muhammad Fajar Diva Audiansyah sedang melakukan pengecekan terakhir pada karya yang membawanya terbang jauh hingga London.

Sebuah alat pendeteksi kantuk saat berkendara atau microsleep yang mengantarkannya meraih medali perak di ajang internasional itu.

Siswa kelas X SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, itu, sukses mencuri perhatian dewan juri International Greenwich Olympiad (IGO) yang digelar pada 27 Juni 2025 lalu.

Alat rancangannya bernama X-Antuk Smartband, sebuah gelang pintar yang mampu mendeteksi microsleep atau tidur sesaat saat berkendara.

Hal itu sangat berbahaya, karena kerap menjadi pemicu kecelakaan.

Berkat inovasi tersebut, Diva dianugerahi medal perak dalam lomba yang diikuti 350 finalis dari 53 negara itu.

Pada ajang bergengsi itu, Diva harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara maju.

Seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jerman, Belanda, Jepang, Inggris, hingga Colombia dan Oman.

Namun, keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi pelajar asal Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Pati, tersebut untuk menunjukkan, bahwa inovasi anak daerah mampu berbicara di level dunia.

Keresahan Diva berangkat dari banyaknya peristiwa kecelakaan akibat pengemudi yang mengalami microsleep.

Dari kegelisahan itulah, ia kemudian berdiskusi dan berkoordinasi dengan guru pembimbingnya untuk merancang sebuah alat yang tidak hanya mampu mendeteksi, tetapi juga mencegah kantuk berlebih.

”Akhirnya kami mencoba membuat alat pendeteksi dan pencegah rasa kantuk ini, untuk meminimalisasi kecelakaan akibat microsleep,” tutur Diva.

X-Antuk Smartband bekerja dengan memantau sejumlah indikator tubuh.

Seperti denyut jantung, saturasi oksigen, resistansi kulit, dan konduktansi kulit melalui sensor-sensor khusus.

Ketika sistem mendeteksi setidaknya dua indikator berada di bawah ambang batas normal, alat akan langsung memberikan peringatan berupa getaran dan suara keras.

”Harapannya, pengemudi bisa segera sadar, waspada, dan memilih berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Rancangan tersebut, kemudian dibawa ke panggung International Greenwich Olympiad.

Presentasi yang matang dan gagasan yang aplikatif membuat dewan juri memberikan apresiasi tinggi.

”Kami bersyukur bisa mendapatkan silver medal,” ucap Diva dengan nada rendah hati.

Prestasi ini, bukan yang pertama bagi X-Antuk. Sebelumnya, inovasi tersebut telah mengantarkan Diva meraih juara Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) serta menjuarai lomba Krenova Kabupaten Pati.

Dari sebuah keresahan sederhana, lahir sebuah inovasi yang kini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi keselamatan banyak orang. Juga mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#microsleep #pengemudi #pati #Fajar Diva Audiansyah