Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOK Lia Herliana, Penulis Asal Grobogan yang Tiga Kali Berturut-turut Lolos Sayembara Nasional

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 6 November 2025 | 19:01 WIB

 

PRODUKTIF MENULIS: Lia Herliana menunjukkan salah satu buku karyanya.
PRODUKTIF MENULIS: Lia Herliana menunjukkan salah satu buku karyanya.

Tiga tahun berturut-turut, Lia Herliana, ibu rumah tangga asal Purwodadi, Grobogan, sukses menembus Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Nasional.

Dari rumah sederhananya, ia konsisten berkarya. Hingga karyanya kini dibaca anak-anak di seluruh Indonesia.

INTAN MAYLANI SABRINA, Grobogan

Prestasi tersebut menjadi yang ketiga kalinya berturut-turut.

”Motivasi saya sederhana, ingin ikut berpartisipasi melahirkan bahan bacaan bermutu untuk anak-anak. Dari kota kecil pun saya bisa berkarya,” ujarnya.

Karya yang meloloskannya tahun ini, cerita bergambar berjudul ”Bukan Si Anak Sulung” bertema pencegahan kekerasan pada anak.

Khususnya pengabaian emosi pada anak sulung. Inspirasi itu, berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai anak pertama yang dibesarkan di Kalimantan Selatan.

Lia menghadirkan stigma yang kerap melekat pada anak sulung: dianggap lebih dewasa, harus mandiri, pengertian, dan selalu mengalah.

Cerita tersebut juga diperkaya dengan nuansa lokal berupa bus air di Sungai Barito, moda transportasi tradisional yang mulai jarang dikenal generasi muda.

”Saya ingin menghadirkan suasana lokal, agar anak-anak bisa mengenal budaya dan kearifan daerah,” jelasnya.

Proses kreatif Lia tak pernah instan. Sebelum menulis, ia banyak membaca dan melakukan riset.

Untuk karya terbarunya, ia bahkan mempelajari artikel psikologi anak sulung dan berkonsultasi dengan psikolog.

”Biar lebih akurat dalam memotret fenomena psikologis,” jelas ibu tiga anak ini.

Tantangan terbesar bagi Lia adalah waktu lomba yang singkat. Juga sering bersamaan dengan lomba menulis lain.

Namun, ia tetap berpegang pada prinsip: menulis dengan hati.

Bagi Lia, lolos sayembara GLN bukan semata prestasi pribadi. Karya yang terpilih akan dicetak dan disebarkan gratis ke sekolah-sekolah serta perpustakaan di seluruh Indonesia. Hal itu jauh lebih melegakan baginya.

”Rasanya seperti ikut menyebarkan cahaya. Buku ini, bisa menjangkau anak-anak hingga pelosok Indonesia,” katanya dengan mata berbinar.

Lebih dari sekadar lomba, Lia memandang ajang GLN sebagai ruang pertemuan penulis dari seluruh nusantara.

Ia berharap, pemerintah terus memberi ruang dan dukungan bagi penulis lokal, agar literasi di Indonesia semakin kuat.

”Untuk penulis muda, jangan takut mencoba. Menulislah dengan hati. Dari sanalah karya bisa menyentuh banyak orang,” pesannya.

Perjalanan Lia Herliana menjadi bukti, bahwa dari kota kecil pun, karya bisa melampaui batas ruang.

Ia terus menyalakan api literasi, menyapa anak-anak Indonesia lewat cerita, dan menjadikan menulis sebagai jalan untuk memberi manfaat. 

Editor : Ali Mustofa
#penulis #sayembara #literasi #grobogan #lia herliana