Bersaing dengan ribuan siswa dari berbagai provinsi, Nada Jenna Sasmaya berhasil menjadi juara umum Omnas.
Selain giat belajar, ia punya rasa ingin tahu yang cukup tinggi tentang alam semesta.
EKO SANTOSO, Blora.
Sebuah foto ditunjukkan. Ia seperti tenggelam dalam dua plakat bertuliskan juara yang ia pegang di tangan kanan dan kirinya.
Di belakangnya, tertulis My Dream Omnas 13. Ia adalah Nada Jenna Sasmaya, siswi kelas IV SDIT Mutiara Insan Cepu, Blora.
Dia baru saja mendapatkan juara umum tingkat nasonal pada Olimpiade Nasional (Omnas) ke-13 yang meliputi olimpiade matematika, sains & bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh Emerald Education Centre.
”Dengan juara umum itu, saya mendapatkan reward trip wisata ke Australia,” ujar perempuan yang juga suka bernyayi itu.
Selain juara umum, Nada juga meraih predikat best score sains level 2 dengan reward trip wisata ke Malaysia.
Juara umum itu, diperoleh dengan akumulasi perolehan nilai terbaik untuk yang mengikuti tiga bidang lomba atau minimal dua bidang lomba.
Sedangkan best score diperoleh, karena meraih nilai tertinggi untuk salah satu bidang lomba di masing-masing level.
Lebih membanggakannya lagi, dia juga meraih medali emas untuk bidang lomba matematika level 2 kelas III-IV.
Omnas yang dilaksanakan di Univesitas Surabaya pada 22 hingga 23 Juni itu, diikuti sekitar 25 ribu siswa/siswi kelas I SD sampai dengan kelas IX SMP dari berbagai provinsi yang terbagi menjadi empat level.
Terdapat tiga tahapan dalam olimpiade tersebut. Meliputi, penyisihan kota, final provinsi, dan final nasional.
Salain pandai dalam bidang sains, Nada ternyata juga tak kalah mahir di bidang kesenian.
Ia padai dalam menggambar dan melukis. Mencampurkan warna cat dan menggambarnya di kanvas.
Nada mengaku, selalu ingin tahu banyak hal. Termasuk apa yang ada di alam semesta.
Dengan begitu, orang tuanya memberikan fasilitas te leskop, untuk memaksimalkan potensinya.
Nada sering penasaran dengan apa yang ada di langit dan di luar angkasa.
”Cita-cita saya ingin menjadi astronot,” ungkapnya.
Dari rasa keingintahuan yang tinggi itu, Nada semakin giat dalam belajar.
Orang tuanya pun menyadari, bahwa Nada mempunyai potensi yang harus dikembangkan dan dibimbing sesuai dengan minat dan bakatnya.
Ia kini, menjalani bimbingan belajar (bimbel) secara online. Belajar setiap pagi, sore dan malam.
Tentu, pola be lajar itu, di-manage oleh kedua orang tuanya secara rutin dengan menyisihkan waktu untuk bermain layaknya anak-anak.
Editor : Ali Mustofa