Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Puji Hartatik, Perajin Eco Print Asal Pati: Tanam Pohon Sendiri untuk Sumber Motif

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 3 Juni 2025 | 17:45 WIB

 

DIMINATI: Puji Hartatik (tengah) menunjukkan eco print karyanya di kediamannya baru-baru ini.
DIMINATI: Puji Hartatik (tengah) menunjukkan eco print karyanya di kediamannya baru-baru ini.

Puji Hartatik, seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) berhasil mengembangkan bisnis ecoprint.

Bu Puji -sapaan akrabnya- warga Dukuh Mertokusuman, Kelurahan Pati Wetan, Pati Kota, itu, tiap hari hampir menghabiskan waktunya berkutat pada kain.

Dia memproduksi eco print yang dipadukan dengan batik.

Ia memadukan batik canting dengan pewarna alami dari dedaunan atau yang disebut eco print.

Beberapa waktu lalu, ia mewarnai dengan motif eco print pada kain batik yang sudah dicanting.

Batik yang dipadukan eco print ini, menggunakan pewarna alami berupa ditempeli dedaunan, sehingga punya motif daun.

Untuk membuat kain motif gabungan itu, perlu waktu yang lebih. ”Paling lama bisa satu pekan,” ujarnya.

Dalam proses pembuatan kain eco print, Puji Hartatik menggunakan dua teknik. Yaitu teknik pounding (dipukul) dan teknik steaming (dikukus).

Dia mengaku, tidak semua kain cocok untuk dibuat eco print. Jenis kain terbaik yang dapat digunakan berupa katun dan sutera.

Ditanya awal mula dia memproduksi kain jenis motif ini, dimulai setelah dia pensiun pegawa negeri sipil (PNS) sejak 2017 lalu.

Ia merasa tidak ingin menghabiskan masa tuanya hanya dengan berdiam diri di rumah.

Dengan semangat berkarya yang tinggi, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba membuat eco print.

”Awalnya hanya coba-coba dengan modal Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Pada 2017 saya mulai. Kondisi seadanya. Lalu terus berkembang hingga sekarang,” ujar Puji Hartatik yang kini menjadi pemilik bisnis kain eco print di Pati ini.

Untuk meningkatkan keterampilannya, Bu Puji rela mengikuti berbagai workshop online.

Ia merasa penting untuk terus mengembangkan pengetahuan tentang teknik pembuatan eco print.

Kain eco print yang ia buat diklaim ramah lingkungan. Sebab, menggunakan pewarna alami.

Motif yang dihasilkan juga mengikuti pola dari daun-daunan.

”Tujuan utamanya ramah lingkungan. Eco print dibuat dari bahan-bahan alami, seperti menggunakan daun jati untuk pewarnaannya,” ungkapnya.

Namun, tidak semua jenis daun bisa dijadikan motif eco print. Biasanya daun jati kerap digunakan.

”Itu (daun jati, Red) jenis daun yang paling baik untuk digunakan,” terangnya.

Bahkan, untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas, Puji Hartatik menanam pohon di pekarangan rumahnya sendiri.

”Kami menanam bahan eco print di halaman rumah. Tidak mencari daun dari luar,” jelasnya.

Harga kain eco print buatan Puji Hartatik berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

Saat ini, ia memasarkan produknya melalui media online dan juga sering mengikuti event di luar kota, seperti di Jakarta.

Puji Hartatik berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memberikan dukungan untuk pengembangan UMKM kain eco print, agar dapat lebih dikenal luas.

”Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah setempat. Karena tanpa itu, eco print di Pati sulit untuk berkembang," harapnya. (Andre Faidhil Falah)

Editor : Ali Mustofa
#umkm #batik #pati #Motif Daun #eco print #pewarna alami #puji hartatik