Siswa berkacamata itu, menunjukkan notifikasi di handphone (HP) miliknya. Itu salah satu pemberitahuan bahwa diterima di universitas di luar negeri.
Siswa bernama lengkap Gelar Abdi Fistawan yang merupakan lulusan SMAN 1 Pati ini, bangga setelah menunjukkan itu. Senyumnya melebar menghiasi wajahnya.
”Alhamdulillah saya diterima di 34 kampus luar negeri dan mendapat total 37 letter of acceptance. Saya juga mengajukan beasiswa bergelar Garuda dan lolos di kampus tujuan saya, University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia, jurusan Bachelor of Engineering Honours,” jelas Gelar.
Sedangkan ditanya kampus pilihannya, ia memilih University of New South Wales karena kampus tersebut, berada di peringkat 19 dunia untuk bidang teknik, jurusan yang diinginkan.
”UNSW memiliki reputasi global yang sangat baik. Terutama di bidang teknik. Ini yang menjadi pertimbangan utama saya,” terangnya.
Prestasi gemilang anak dari seorang pedagang ini, tak diraih dengan mudah. Melainkan melewati perjuangan dan kerja keras.
Sejak kelas XI, siswa yang akrab disapa Gelar ini, telah mengikuti program Indonesia Maju Taman Sains, sebuah program beasiswa pemerintah untuk menyiapkan siswa berprestasi melanjutkan studi ke luar negeri.
Melalui program ini, Gelar dibimbing untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, mempertahankan nilai akademik yang tinggi, serta aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.
”Sejak kelas XI saya memang sudah punya rencana studi ke luar negeri. Jadi, saya fokus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan menjaga nilai akademik, serta mengikuti berbagai aktivitas pendukung,” ujar Gelar.
Untuk program beasiswa luar negeri ini, pihak sekolah mendapatkan informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tentang program beasiswa Indonesia Maju untuk siswa berprestasi.
Khususnya di bidang sains. Pihak sekolah kemudian menghubungi Gelar agar mengikuti program tersebut.
Gelar dipilih mengikuti program beasiswa karena memiliki rekam jejak prestasi yang kuat serta komitmen tinggi. Baik dari siswa maupun keluarganya.
Selain itu, dukungan dari sekolah kini, sangat membantunya selama proses pendaftaran.
Salah satu tantangan administratif adalah menerjemahkan rapor ke dalam Bahasa Inggris.
Hal ini dibantu oleh pihak sekolah. Khususnya wakil kepala sekolah Bidang Kurikulum.
”Koordinasi dengan sekolah berjalan lancar. Saya dibantu untuk menerjemahkan rapor dan memastikan semua persyaratan administrasi akademik terpenuhi,” katanya.
Selain diterima di puluhan universitas luar negeri itu, Gelar juga memiliki sederet prestasi lain. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di antaranya, silver award, second runner up, best presentation, dan best synthetic biology project dalam ajang Bioinformatics and Synthetic Biology Competition (BIOS) 2024.
Ia juga pernah meraih medali emas dalam Olimpiade South Sains Medicine bidang biologi dan juara pertama Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Malang. (Andre Faidhil Falah)
Editor : Ali Mustofa