Lebih Dekat dengan Siti Muanisah: Dari Foto Sederhana Hingga Jadi Influencer Muslimah Berpengaruh
Arif Fakhrian Khalim• Senin, 31 Maret 2025 | 04:36 WIB
Siti Muanisah, Influencer.
RADAR KUDUS – Tidak ada yang menyangka, satu unggahan foto di media sosial bisa mengubah hidup seseorang.
Begitu pula dengan Siti Muanisah, seorang perempuan asal Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, yang kini dikenal sebagai influencer dengan ratusan ribu pengikut.
Berawal dari satu foto di Menara Kudus, tanpa disengaja unggahannya menjadi viral. Sejak saat itu, namanya mulai dikenal luas di media sosial, hingga kini akun Instagramnya telah memiliki 294 ribu pengikut.
"Saya awalnya tidak begitu paham tentang media sosial. Iseng saja unggah foto, tapi ternyata viral," ujar Nisa, sapaan akrabnya.
Seiring bertambahnya jumlah pengikut, ia mulai konsisten membuat konten islami, yang sesuai dengan minatnya dalam dunia religi dan salawat.
Tak hanya itu, perjalanannya sebagai influencer juga membawanya ke berbagai kesempatan baru, termasuk menjadi pembicara dalam seminar digitalisasi di berbagai kampus.
"Waktu itu saya diundang oleh Unugiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri) untuk mengisi seminar di sana,"ungkapnya.
Dari Hobi Hingga Inspirasi Banyak Orang
Menjadi influencer bukan sesuatu yang direncanakan oleh Nisa. Awalnya, ia hanya membagikan momen pribadi tanpa tujuan tertentu.
Namun, respons positif dari warganet membuatnya berpikir bahwa media sosial bisa menjadi sarana dakwah yang efektif.
Nisa mulai mengunggah konten-konten edukatif seputar Islam, mulai dari salawat, kajian ringan, hingga inspirasi fashion muslimah.
Gaya komunikasinya yang sederhana, namun menyentuh, membuat banyak pengikutnya merasa terinspirasi.
Salah satu topik yang banyak diminati adalah tentang fashion muslimah. Nisa sering membagikan inspirasi outfit syar’i yang tetap stylish, tetapi tetap sesuai dengan aturan berpakaian dalam Islam.
"Saya ingin menunjukkan bahwa berhijab syar’i itu tetap bisa modis. Banyak yang bilang, setelah melihat konten saya, mereka jadi lebih percaya diri mengenakan hijab," tuturnya.
Endorsement dan Kesempatan Berkarier di Dunia Digital
Seiring meningkatnya popularitas, tawaran endorsement mulai berdatangan. Mulai dari produk busana muslim, kosmetik halal, hingga buku-buku islami. Namun, Nisa tetap selektif dalam menerima kerja sama.
"Saya hanya menerima produk yang memang sesuai dengan prinsip saya. Tidak semua endorsement saya ambil, harus yang benar-benar bermanfaat bagi pengikut saya," jelasnya.
Tak hanya itu, Nisa juga mulai sering diundang ke berbagai seminar dan forum diskusi mengenai peran media sosial dalam menyebarkan konten positif.
Di tengah dunia digital yang dipenuhi dengan konten viral yang seringkali tidak bermanfaat, Nisa ingin menjadi bagian dari perubahan.
"Saya ingin menjadi influencer yang inspiratif. Bukan hanya sekadar terkenal, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi orang lain," tegasnya.
Siti Muanisah, Influencer.
Menghadapi Tantangan di Dunia Digital
Meski telah mencapai kesuksesan di dunia digital, perjalanan Nisa sebagai influencer tidak selalu mulus. Kritik dan komentar negatif dari warganet menjadi tantangan yang harus dihadapinya.
"Pasti ada yang suka dan tidak suka. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang meragukan niat saya. Tapi saya selalu berusaha untuk tetap fokus dan mengambil sisi positifnya," katanya.
Bagi Nisa, menjadi influencer bukan hanya tentang popularitas, tetapi juga tanggung jawab. Setiap konten yang ia bagikan harus memiliki nilai positif dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Impian Menjadi Influencer Inspiratif
Saat ini, Nisa masih terus mengembangkan dirinya. Selain tetap aktif di media sosial, ia juga ingin memperdalam ilmu agama dan komunikasi agar bisa memberikan konten yang lebih berkualitas.
Ia berharap bisa menjadi influencer yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi lebih banyak orang.
"Saya ingin terus belajar dan berkembang. Kalau bisa, saya ingin membuat platform yang lebih besar untuk menyebarkan kebaikan lewat media digital," pungkasnya.
Kesuksesan Nisa membuktikan bahwa media sosial bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Dengan konsistensi dan niat yang baik, siapa pun bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.