Savira Ramadani Harto, siswa SMPN 3 Kudus yang tergabung dalam Teater Amuba, berhasil menyabet gelar aktris terbaik di Festival Teater Pelajar (FTP) Djarum 2024.
Padahal, dia baru pertama kali bermain teater.
INDAH SUSANTI, Kudus, Radar Kudus
Atlet voli andalan SMPN 3 Kudus Savira Ramadani Harto merambah ke dunia peran. Saat kali pertama gabung dengan kelompok Teater Amuba di sekolahnya, dia mendapat peran utama.
Tak hanya itu, tak disangka dia langsung menyabet Aktris Terbaik saat mengikuti Festival Teater Pelajar (FTP) 2024 yang diselenggarakan Komunitas Teater Djarum.
Savira -sapaan akrabnya- yang duduk di sebelah Kepala SMPN 3 Kudus Sunaryo menceritakan, awalnya dia bisa gabung dengan kelompok teater di sekolahnya karena ditunjuk Sri Yulia Permanasari, sutradara Teater Amuba.
”Saya memang dasarnya suka dengan karya seni sastra. Pernah main teater, tapi pementasannya untuk kebutuhan gelar karya. Ada tawaran dari Bu Yulia langsung saya iyakan, karena ini tantangan buat saya pribadi,” ungkapnya.
Ia mengaku sebelum ditawari gurunya sempat ikut daftar masuk Teater Amuba, karena ada seleksi terlebih dahulu.
Savira masuk tim, tapi bagian make up. Namun setelah berjalan, ada bongkar pasang tim. Ia tidak dimasukkan lagi, karena kurang pas.
Setelah itu, ia kembali fokus kegiatan lain. Kebetulan Savira merupakan atlet voli pantai andalan SMPN 3 Kudus. Dia bahkan beberapa kali meraih juara I.
Kemudian beberapa hari berselang, Savira ditunjuk lagi oleh sutradara Teater Amuda.
Tak disangka langsung memerankan tokoh utama saat menggarap naskah berjudul ”Badai Sepanjang Malam” karya Max Arifin.
”Saya memerankan karakter Saena, seorang istri penyabar dengan idealisme tinggi. Tokoh itu, bertentang dengan saya sebenarnya. Tapi saya menghayati naskah saat latihan. Dan saat menuju seleksi FTP (Festival Teater Pelajar) saya latihan sendiri di rumah, seperti akting di depan kaca,” ujarnya.
Savira tak menyangka bisa meraih penghargaan Aktris Terbaik. Sebab, saat latihan harus berbagi waktu dengan latihan voli.
Ia mengaku, mendalami dunia peran lebih susah daripada olahraga. Sebab, antara menghafalkan naskah, meresap ke perasaan, hingga muncul ekspresi ini, sering kali dikoreksi oleh pelatih teater.
”Ya saya menjaga mood yang susah. Saya orangnya tidak seperti karakter Saena yang sabar, tapi saya orangnya justru ngambekan. Bahkan, sempat mau mundur (dari teater). Tapi, berkat pendekatan teman-teman, guru, dan pelatih yang dengan sabarnya, inilah hasilnya (meraih penghargaan Aktris Terbaik),” ujar Savira.
Ia mengaku, seleksi FTP 2024 di mulai pada Agustus lalu. Dia dan rekan teaternya latihan sepekan tiga kali.
Kemudian saat dinyatakan masuk final, latihan hampir setiap hari. Dia pun harus tetap berbagi dengan latihan voli pantai.
”Selesai latihan teater pukul 17.00 langsung latihan voli hingga pukul 20.00. Ya, memang harus bisa tahan fisik dan mental,” kata Savira.
Sementara itu, Sutradara Teater Amuba Sri Yulia Permanasari menuturkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim.
Persiapan intensif dilakukan selama 1,5 bulan dengan latihan rutin tiga kali sepekan dan menjelang final lebih sering latihan.
”Menjelang lomba, kami latihan setiap hari setelah selesai KBM (kegiatan belajar mengajar) hingga sore. Bahkan, Savira yang juga siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO), harus membagi waktu latihan teater dengan kegiatan volinya,” jelas Yulia.
Ia berterima kasih kepada kepala sekolah dan para guru yang mendukung penuh.
Bahkan, tim mendatangkan pelatih khusus untuk memberikan pelatihan teater. Termasuk dalam hal penulisan naskah, pengaturan panggung, dan pencahayaan.
Sri Yulia melanjutkan, dengan filosofi Amuba yang melambangkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dan berkembang, Teater Amuba SMP 3 Kudus bertekad untuk terus meningkatkan prestasi.
Tahun depan, mereka siap tampil lagi di FTP 2025 dengan semangat yang lebih besar.
Kepala SMPN 3 Kudus Sunaryo menambahkan, teater sekolahnya mencatat sejarah pada tahun pertama keikutsertaan di Festival Teater Pelajar 2024.
Tim ini berhasil meraih penghargaan sebagai Teater Terbaik II sekaligus memborong sembilan kategori juara.
Termasuk Aktris Utama Terbaik yang diraih Savira dan Aktor Utama Terbaik oleh M. Fathir Algifachri.
”Alhamdulillah baru kali pertama ikut FTP dan teater kami baru berusia satu semester, sudah bisa meraih juara terbaik II. Ini menjadi motivasi untuk lebih semangat ke depan,” jelasnya.
Sunaryo menceritakan, perjalanan Teater Amuba yang sebelumnya sempat vakum.
Pada akhir 2023, ia mengaktifkan lagi kegiatan ekstrakurikuler teater. Harapannya, dapat memberikan wadah bagi siswa yang berbakat di dunia peran.
”Awalnya, target kami hanya partisipasi aktif di FTP. Tidak berpikir soal juara. Tapi semangat anak-anak membuahkan hasil luar biasa,” imbuhnya. (*/lin)
Editor : Ali Mustofa