Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Muhammad Alhaq, Sosok Eksporter Furnitur Asal Jepara yang Berpegang Prinsip Learning by Doing

Fikri Thoharudin • Senin, 28 Oktober 2024 | 16:38 WIB

 

GIGIH DAN ULET: Muhammad Alhaq saat mengikuti pameran Kementerian Perindustrian RI baru-baru ini.
GIGIH DAN ULET: Muhammad Alhaq saat mengikuti pameran Kementerian Perindustrian RI baru-baru ini.

Usianya baru 28 tahun. Namun Muhammad Alhaq sudah menjadi eksporter mebel. Dia memang sudah memiliki modal menangani berbagai perusahaan furnitur.

Ditambah lulusan sastra Inggris yang membantunya lancar berkomunikasi dengan orang asing.

FIKRI THOHARUDIN, Jepara, Radar Kudus

Jiwa muda bagi Muhammad Alhaq adalah masa-masa patut menjalani dan mencoba hal-hal baru.

Usai mendapatkan pengalaman dari berbagai perusahaan furnitur, ia memutuskan untuk merintis usaha baru yang ia namai Alfa Living di usianya ke-28 tahun.

Ditambah pengalaman akademiknya yang menunjang komunikasi dengan pihak asing di luar negeri.

Dia kuliah di jurusan Sastra Inggris Universitas Diponegoro dan lulus pada 2012 lalu.

Alhaq mengembangkan usahanya ke kancah mancanegara.

Kini, dia telah rutin mengekspor mebel ke Thailand, Australia, Belanda, hingga USA. Dengan jumlah muat barang dari 20-40 feet high cube.

Baca Juga: Digerebek Warga saat Asyik Berduaan, Oknum Anggota Panwascam dan PPK di Blora Terancam Diberhentikan

”Perusahaan saya bergerak pada bidang furnitur. Saya mengawalinya dari 0 sejak tahun 2017 lalu. Berbekal pengalaman yang sudah saya dapatkan dari perusahaan di bidang yang sama," sebutnya kemarin.

Sebagai warga Jepara, Alhaq melihat potensi seputar dunia furnitur yang masih sangat terbuka lebar.

Sebab, menurutnya kebutuhan furnitur di pasar domestik maupun internasional sangat besar.

”Di samping image Jepara sudah terkenal sebagai The World Woodcarving Centre," ucapnya.

Tujuh tahun menjalankan perusahaan, Alhaq belajar banyak hal. Pria yang saat ini berusia 35 tahun tersebut mengaku, harus pandai beradaptasi dengan zaman.

”Di mana kita harus bisa menangkap peluang, apa yang bisa kita ambil untuk memulai usaha. Mengenai jalannya nanti bagaimana, intinya berani memulai dulu," ujarnya.

Saat ini, sebagai direktur, Alfa Living Alhaq memiliki setidaknya 35 karyawan. Dengan tiga gudang dan satu showroom.

”Tantangan yang sering dihadapi ialah perlunya leadership yang cukup matang, supaya antartim dapat bersinergi, kompak, dan bekerja sama," katanya.

Pria yang mengidolakan Sandiaga Uno dan Steve Jobs tersebut, masih meyakini satu penerapan yang dianggap ampuh untuk belajar dan memulai usaha.

”Saya sampai saat ini masih menerapkan dan akan terus menerapkan learning by doing. Di mana ketika kita mau melakukan, kita akan belajar di situ. Daripada kita hanya berbicara konsep dengan segala macamnya, tapi tidak memulai apapun," terangnya.

Dia menjelaskan, yang turut membentuk dirinya yang sekarang ini ialah kesadaran bahwa jika tidak melakukan sesuatu atau mencoba berkarya, tidak akan ada yang menolong.

”Kalau bukan diri kita sendiri lalu siapa lagi? Saya sendiri pun mendapati sejumlah pencapaian dengan berawal dari pengamatan dan modifikasi gambar-gambar di internet kemudian saya kembangkan," ucapnya.

Alhaq juga aktif berorganisasi dan berserikat. Salah satunya di Konsorsium Jepara Gerak dengan agenda monumentalnya, Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW).

Pihaknya juga menjadi Ketua Organizing Comite JIFBW.

Menyinggung terkait para pemuda di Tanah Air, menurut Alhaq, salah satu mental yang harus dibentuk ialah sikap berani mencoba.

”Para pemuda harus mulai saja dulu. Pelajari sambil jalan. Apapun itu, pasti akan ada hasilnya," tegasnya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#eksporter #jepara #Muhammad Alhaq #perusahaan #usaha #showroom #furnitur