RADAR KUDUS – Kiprah Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti tak diragukan lagi di kancah nasional.
Bahkan, namanya mencuat masuk untuk menjadi calon menteri Pendidikan Dasar dan Menengah masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Meski karirnya cemerlang, tapi Abdul Mu’ti tidak melupakan kampung halamannya, Desa Getas Serabi, Gebog, Kudus.
Berdasarkan keterangan dari Badrus, kepala Desa (Kades) Getasserabi, tiap bulan dia pulang kampung untuk mengunjungi ibunya.
Ia mengatakan, Abdul Mu’ti jika sudah pulang ke rumah berbaur dengan masyarakat. Tidak ada sekat.
Orangnya ramah dan terbuka pada siapa saja. Termasuk yang butuh bantuan diupayakan ditolong.
Sosok Abdul Mu’ti sangat berperan dalam kemajuan Desa Getasserabi. Ada tiga pembangunan besar yang diinisiasi sekum PP Muhammadiyah itu.
Di antaranya, desanya dibangunkan Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah pada 2020 lalu.
Juga dibangunkan gedung serba guna Graha Pemuda Muhammadiyah pada 2021 dan saat ini sedang proses pembangunan SD Aisyiyah Multilingual Darusalam Kampus 2 yang berada di Kecamatan Kaliwungu perbatasan dengan Desa Getasserabi.
”SD tersebut merupakan pengembangan dari SD Aisyiyah Multilingual Darusalam Kampus 1 yang ada di Desa Getasserabi. Ya, selain membangunkan fasilitas kesehatan, juga membangun sekolah hingga tempat ibadah. Pejabat-pejabat penting pusat di Jakarta juga didatangkan ke sini (Desa Getasserabi, Red),” ungkapnya.
Badrus menceritakan, sejak kecil Abdul Mu’ti memang tergolong orang yang cerdas. Selain itu, juga kutu buku. Hingga sekarang pun masih suka baca buku.
Meski Abdul Mu’ti menjadi sekum PP Muhammadiyah, jika pulang kampung dan ada undangan kirim doa untuk orang meninggal dia menyempatkan datang.
”Luar biasa, orangnya rendah hati. Srawung sama warga. Pola pikirnya tidak untuk dirinya sendiri, tapi kepentingan orang banyak. Kemajuan Desa GetasSerabi betul-betul dipikirkan,” jelasnya.
Sosok Abdul Mu’ti yang dikenal rendah hati juga diakui oleh sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus Zulfa Kurniawan.
Selain itu, Mu’ti merupakan kader Muhammadiyah dan bangsa yang sudah berkhidmat luar biasa di Muhammadiyah.
”Sudah lengkap pengabdiannya di Muhammadiyah, tulus, ikhlas, dan tetap santun dalam bergaul dengan pimpinan Muhammadiyah di tingkat terbawah sekalipun. Tidak ada jarak antara Abdul Mu’ti sebagai sekum PP Muhammadiyah dengan jamaah ranting yang ada di desa,” ungkapnya.
Sebelum menjadi sekum PP Muhammadiyah, Mu’ti pernah menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Daearah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah, ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, dan sekretaris Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah.
Sikap egaliter dan tidak meminta perlakuan istimewa sebagai sekum PP Muhammadiyah juga ditunjukkan pria yang dulu berkiprah di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
Dia juga tampil apa adanya dan sederhana, meski sudah menjadi tokoh besar.
”Ikut bangga dan senang tokoh Muhammadiyah dari Kudus masuk jajaran calon menteri. Semoga beliau (Abdul Mu’ti, Red) diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah yang diberikan," ujarnya.
"Pengalaman yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia pendidikan, semoga bisa meringankan tugas berat yang diamanahkan kepada beliau,” harapnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa