Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok Tiga Siswa MAN 2 Kudus Peraih Juara I dalam Kompetisi NIPRO 2024 di ITS

Indah Susanti • Senin, 14 Oktober 2024 | 21:09 WIB

 

PRODUK UNGGULAN: Tim MAN 2 Kudus menunjukkan produk Akticlito (arang aktif, eceng gondok, dan zeolit blotong) di ruang laboratorium kimia sekolah itu belum lama ini.
PRODUK UNGGULAN: Tim MAN 2 Kudus menunjukkan produk Akticlito (arang aktif, eceng gondok, dan zeolit blotong) di ruang laboratorium kimia sekolah itu belum lama ini.

Tiga siswa MAN 2 Kudus Maitssa Alayya Almunawir, Niswa Khalida Anwar, dan Dzikra Lubna Khairunnisa meraih juara I dalam kompetisi Nasional Innovation Projeck (NIPRO) 2024 di Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Mereka menciptakan formula mengurangi gas buang kendaraan bermotor dari limbah blotong dan enceng gondok.

INDAH SUSANTI, Kudus, Radar Kudus

Tim siswa MAN 2 Kudus berhasil memboyong juara I kompetisi Nasional Innovation Project (NIPRO) 2024.

Ada tiga siswa dalam tim tersebut, yakni Maitssa Alayya Almunawir, Niswa Khalida Anwar, dan Dzikra Lubna Khairunnisa.

Mereka berhasil juara I menciptakan produk atau formula untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor, dari bahan limbah blotong (dari hasil pembakaran tebu) dan eceng gondok.

Saat dijumpai di sekolah, tim MAN 2 Kudus menunjukkan produknya yang diberi nama Akticlito.

Kepanjangan dari arang aktif enceng gondok dan zeolit blotong, sebagai filter emisi gas buang kendaraan bermotor.

Dzikra menceritakan akticlito salah satu produk berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan bahan yang mudah didapatkan.

Kemudian, ide tersebut muncul dari keresahan, yakni Indonesia menjadi negara ke-4 dengan polusi udara terburuk di dunia.

Mereka berpikir untuk mengurangi emisi udara yang buruk tersebut.

Kemudian mengambil referensi dari jurnal yang sebelumnya pernah membahas terkait formula yang bisa mengurangi kandungan CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida).

”Dengan bimbingan dari guru pendamping MAN 2 Kudus, kami melihat potensi limbah di Kudus yang seharusnya bisa dimanfaatkan. Yakni, limbah blotong dari pabrik gula Rendeng dan limbah enceng gondok di wilayah Kecamatan Mejobo, Kudus,” ujarnya.

Dzikra juga menjelaskan, kalau dalam jurnal bahan yang digunakan itu dari serabut kelapa yang mengandung karbon dan limbah dari kepala udang yang mengandung silika.

Kemudian, untuk penerapan di dalam penelitiannya, mereka mencari bahan dengan kandungan yang sama. Ketemulah eceng gondok dan limbah blotong.

”Limbah blotong memiliki kandungan silika yang bisa diracik menjadi zeolit sintesis. Sedangkan limbah enceng gondok memiliki kandungan karbon yang bisa diracik menjadi formula arang aktif,” jelasnya.

Tim siswa MAN 2 Kudus juga menunjukkan satu per satu bahan dari mulai yang masih mentah sampai sudah diolah menjadi butiran-butiran berwarna gray dan abu-abu.

Proses pembuatan produk ini memakan waktu kurang lebih satu bulan.

Zeolit dan arang aktif itu sangat efektif untuk mengurangi kadar CO (karbon monoksida) dan C02 (karbon dioksida) yang menjadi penyumbang polusi udara.

Proses pembuatan arang aktif, dimulai dari pengeringan batang enceng gondok, yang kemudian dihaluskan dan direndam menggunakan asam fosfat selama satu hari. Setelah itu, disaring dan dibilas hingga derajat PH netral.

 

”Kalau sudah, lalu diabukan dengan cara dibakar dengan suhu 600 derajat pakai alat furnace selama tiga jam. Setelah itu baru dibuat pelet (dibulatkan dalam ukuran satu gram),” tambahnya.

Cara pembuatan zeolit dari limbah blotong tidak jauh berbeda. Namun pada tahap pembakaran dengan alat furnace berada dalam suhu 700 derajat.

Setelah itu, dibuat menjadi natrium silikat dan aluminat, kemudian keduanya diaduk selama dua jam.

”Setelah itu dikeringkan lagi dengan suku 120 derajat selama setengah hari sampai benar-benar kering. Baru setelah itu dibuat pelet dengan ukuran satu gram,” imbuhnya.

Agar dapat dipakai untuk knalpot kendaraan bermotor, lanjut Dzikra, pelet asam aktif dan zeolit tersebut kemudian dibuatkan produk alat akticlito dari pipa bekas untuk bisa diterapkan pada lubang knalpot kendaraan bermotor.

“Kami uji coba selama 15 menit di knalpot sepeda motor. Akticlito ini berhasil mengurangi emisi gas buang dari karbon monoksida sampai 30 persen dan mengurangi karbon dioksida sampai 20 persen,” tambahnya.

Guru Pembimbing MAN 2 Kudus Naelatuz Zuhroh menambahkan, produk asli dari sekolah setempat ini berhasil mengalahkan 25 grand finalis kompetisi NIPRO Tahun 2024 tingkat pelajar SMA dan SMK sederajat di seluruh Indonesia.

“Tentunya kami bangga, dan untuk alat (akticlito) ini juga buatan anak-anak sendiri. Mereka custom sendiri dengan menyesuaikan jenis knalpot motor,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Kudus Ali Musyafak, menambahkan apresiasi terhadap prestasi para peserta didiknya.

Penjaringan bibit potensi dan bakat anak memang dilakukan secara masif. Oleh karena itu, prestasi sudah selayaknya didapatkan.

”Harapan kami, MAN 2 semakin maju, bermutu, mendunia dan unggul. Prestasi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional sudah biasa. Saatnya untuk ke tingkat internasional,” tuturnya. (*/zen)

Editor : Ali Mustofa
#Ali Musyafak #kearifan lokal #juara 1 #polusi udara #MAN 2 Kudus #prestasi #nipro #enceng gondok