Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Komunitas Vespa Pati yang Eksis Sejak 80-an: Harga Selangit, Paling Mahal hingga Rp500 Jutaan

Andre Faidhil Falah • Senin, 16 September 2024 | 00:16 WIB
NGUMPUL: Anggota Komunitas Vespa Pati foto bareng di Jalan Jenderal Sudirman belum lama ini.
NGUMPUL: Anggota Komunitas Vespa Pati foto bareng di Jalan Jenderal Sudirman belum lama ini.

Komunitas Vespa Pati sudah ada sejak 1980. Dari regenerasi hingga kini, ada lebih dari 100 vespa.

Motor klasik itu bahkan ada yang harganya Rp500 juta.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Radar Kudus, Pati

Ratusan motor klasik itu berjejer rapi di Jalan Jenderal Sudirman Pati. Ada yang berwarna merah, biru, hijau, dan hitam.

Sesekali mereka berkumpul untuk menyatukan rasa kangen dan kesamaan hobinya.

Berbagai even telah mereka ikuti. Di Bumi Mina Tani sendiri mereka juga kerap menggelar even. Mulai dari even sosial hingga even seperti kemerdekaan kemarin.

”Kemarin menyemarakkan 17 Agustus di Gembong. Bisa menghimpun semua wdah vespa di Pati. Banyak yang hadir. Mungkin 300-an,” terang Koordinator Komunitas Vespa Pati Topan.

Komunitasnya sempat mengikuti berbagai kegiatan, termasuk menghadiri Vespa World Days 2022 di Bali.

"Komunitas ini lebih mengedepankan persaudaraan dan kebebasan. Agenda touring event acara Vespa lebih kita sebut ngluyur, terakhir Vespa Word Day di Bali,” pungkasnya.

Tak seperti kendaraan umumnya, perawatan vespa ini gampang-gampang sulit. Ada bilang yang penting ketika riding bawa busi dan kunci saja.

Begitula sparepartnya. Jika mengedepankan sparepart aftermarket bisa-bisa lebih merogoh uang saku lagi.

Misalnya harga luggage carrier dari F.A Italia. Harganya bisa hampir mencapai 2 jutaan.

Ternyata, Komuniutas Vespa Pati itu sejak tahun 1980 sudah terbentuk. Regenerasi dari regenarasi mewarisi hobi yang telah lama disatukan itu.

”Sudah ada di tahun 80-an. Ganti nama dan regenarasi di tahun 99. Gabungan beberapa komunitas vespa. Untuk satu komando satu wadah sekedar hobi saja. Seduluran,” imbuhnya.

Bagaimana dulu tebentuk? Kok bisa eksis sampai sekarang? Memang komunitas vespa ini kental dengan sedulurannya. Saling membantu satu sama lain.

”Dari hobi, satu permainan. Teman ketemu satu yang lain. Satu ide, satu visi dan saling  tukar informasi,” ucapnya.

Sulitnya informasi mengenai vespa menyatukan mereka. Tak seperti sekarang yang serba online, dulu sulit mencari sparepart vespa.

”Misalnya barang sulit didapatkan. Kemudian saling bantu,” katanya.

Tak hanya sekedar keluyuran, komunitas vespa di Pati ini juga ada aksi sosial. Misalnya membantu warga terdampak kekeringan.

Dengan membawa vespa kesayangannya, mereka turut menyalurkan bantuan air bersih ke warga yang terdampak kekeringan.

”Tak hanya sekedar hobi. Kami juga ada aksi sosialnya,” tuturnya.

Komunitasnya kini beranggotakan 200 orang dari seluruh Pati. Mereka pengendara Vespa tahun 60-an sampai yang terbaru.

”Ada yang tahun 50-an. 60-an juga ada. Banyak anggotanya. Seratus lebih,” imbuhnya.

Harganya pun bervariatif. Paling murah Rp 5 jutaan. Itu untuk jenis vespa yang diaktegorikan lebih muda.

”Ya variatif. Harganya tergantung tahunnya,” ucapnya.

Bahkan ada vespa yang harganya sebanding dengan Toyota Fortner dan Kijang Innova. Satu moto klasik bisa dibandrol dengan harga Rp 500 jutaan.

”Yang tua tahun 60-an. Jenis Vespanya GS. Ada 20-an unit. Harganya kisaran Rp 500 jutaan,” bebernya. (*/him)

Editor : Ali Mustofa
#komunitas #pati #motor klasik #hobi #vespa #Bumi Mina Tani