Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Sosok M. Iqbal Baihaki, Mahasiswa Unisnu Jepara Peraih Juara 1 MTQ Nasional 2024

Moh. Nur Syahri Muharrom • Minggu, 1 September 2024 | 14:50 WIB

 

JEMAWA: M. Iqbal Baihaki, mahasiswa Unisnu Jepara menunjukkan penghargaan yang didapat setelah jadi juara 1 lomba MTQ dan tilawah nasional.
JEMAWA: M. Iqbal Baihaki, mahasiswa Unisnu Jepara menunjukkan penghargaan yang didapat setelah jadi juara 1 lomba MTQ dan tilawah nasional.

PERTENGAHAN tahun ini, M. Iqbal Baihaki, mahasiswa Unisnu Jepara menyabet juara 1 lomba MTQ dan tilawah nasional Golden Islamic Competition 2024.

Itu raihan kesekian kalinya dalam lomba MTQ dan tilawah bagi sosok yang akan diwisuda November itu.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

Beragam trophy dipajang di rak-rak yang terpasang di sudut ruangan yang jadi ruang tamu Pondok Pesantren Nurul Huda, Tegalsambi, Tahunan.

Trophy-trophy itu milik para santri yang berprestasi. Ada yang juara lomba da`i, lomba rebana, juga lomba tilawah, dan nasyid. Jumlahnya lebih dari 20 buah.

Di antaranya milik M. Iqbal Baihaki, yang baru juara 1 lomba MTQ dan tilawah tingkat nasional Golden Islamic Competitition 2024 pertengahan tahun ini.

Lomba tersebut digelar secara daring. Iqbal cukup melakukan persiapan dan mengikuti lomba tersebut dari rumah.

Begitu pula peserta lainnya yang berasal dari beragam daerah di Indonesia.

Masing-masing peserta mengirimkan karya rekamannya via e-mail ke penyelenggara.

”Persiapannya butuh waktu sekitar sepekan. Dari mulai bikin lagu dari awal hingga akhir, kira-kira sepekan,” kata pemuda yang duduk di semester 8 program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara ini.

Iqbal telah mendalami dunia MTQ atau tilawah sejak dirinya masih kanak-kanak, sekitar kelas 5 SD.

Ilmu soal MTQ dan tilawah itu masih ia asah terus tiap harinya hingga saat ini.

Bahkan, ia juga jadi guru tilawah di beberapa lembaga pendidikan. MUlai dari tingkat MI hingga tingkat MA.

Ia memang mengikuti dawuh dari kiainya. Romo KH. Mahbub Junaidi yang mengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, Tegalsambi, Tahunan.

Bila punya ilmu dan bakat, harus bisa dirasakan orang lain. Jangan sampai dipendam sendiri. Begitu pesannya yang diingat terus oleh Iqbal.

Dari aktivitas mengajarnya itu, ia bisa sekalian berlatih sekaligu mempelajari hal baru sembari mengajar.

”Karena seringnya latihan, jadi sudah terbiasa,” kata pemuda asal Bulungan, Pakis Aji ini.

Karena telah mendalami ilmu tilawah sejak duduk di bangku SD, Iqbal pun telah menguasai banyak lagu tilawah.

Saat lomba yang dimenangkannya tahun ini, ia menampilkan 4 lagu dalam sebuah surat yang dibacanya. Mulai dari lagu bayati, nahawan, hijaz, dan rosh.

Sejak pertama kali mendalami ilmu tilawah, ia telah belajar pada beberapa sosok guru.

”Ada Ustadz Khumaidi. Itu lulusan Unisnu. Satu lagi dengan Ustadz Khudori, sudah wafat. Dari dulu sampai sekarang,” ujar Iqbal.

Beragam penghargaan diraihnya tiap tahun dari lomba tilawah yang diselenggarakan di tingkat kabupaten maupun nasional.

Baik dari juara pertama, atau jadi juara kedua dan ketiga.

Bagi Iqbal, ada satu kiat yang selalu diamalkannya tiap kali hendak mengikuti lomba selain melakukan latihaan rutin.

Yaitu dengan meminta tashih kepada gurunya.

”Kalau mau lomba, tetap saya tashih-kan. Istilahnya bimbingan lagi sama guru. Soalnya masih punya guru, insyaallah masih terus dibimbing. Saran dari guru saya gitu. Biar sanadnya juga nyambung,” kelakar Iqbal. (*/him)

Editor : Ali Mustofa
#rebana #Iqbal Baihaki #jepara #penghargaan #mtq #juara 1 #unisnu #Nasyid #lomba #tilawah