Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kisah Perjuangan Masdjudi, Veteran Asal Rembang yang Ikut Operasi Merebut Irian Barat

Vachri Rinaldy • Senin, 19 Agustus 2024 | 01:30 WIB
Masdjudi, Veteran Asal Rembang yang ikut dalam operasi Trikora dan Dwikora sekitar tahun 1960-an.
Masdjudi, Veteran Asal Rembang yang ikut dalam operasi Trikora dan Dwikora sekitar tahun 1960-an.

REMBANG – Masdjudi menjadi salah satu veteran yang masih hidup di Kabupaten Rembang.

Ia memiliki kisah tersendiri saat masih bertugas sebagai tantara.

Salah satunya, saat diterjunkan dalam operasi perebutan irian barat dan ketika terjadi konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Pria yang saat ini berusia 84 tahun itu memulai karirnya bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia pada tahun 1961.

Warga Desa Sumberjo, Kecamatan Rembang ini kemudian ditugaskan dalam operasi Trikora pada 1961.

Operasi militer ini ditujukan untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda. 

Ia mengenang, bahwa operasi tersebut dipenuhi dengan tantangan. Sebab pertahanan musuh di laut dan darat cukup kuat.

Ia bercerita, saat itu pesawat Hercules yang mengangkut Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) harus menghadapi risiko tinggi.

"Untuk merebut Irian Barat itu tidak main-main, lewat darat tidak mungkin masuk, lewat laut berat karena dipasang ranjau, lewat udara menelan korban.

Ia juga mengatakan, saat operasi tersebut sejumlah pesawat dalam kondisi tidak aman. 

 

"(Pesawat) Hercules pertama habis, Hercules kedua tinggal satu dua orang, Hercules ketiga hilang itu pesawat dan seluruh penumpang. Hercules keempat masuk baru dinyatakan aman itu. Kalau pengorbanan ya jangan ditanya," kennagnya.

Singkat cerita, operasi Trikora pun berhasil.

Tidak sampai di situ saja, Masdjudi juga kembali melanjutkan perjuangannya saat terjadi konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963.

Dalam operasi Dwikora itu, ia ditugaskan di daerah perbatasan Riau. Ia mengenang, kala itu baku tembak tak bisa terhindarkan.

 

Bahkan, ia juga nyaris terkena sasaran peluru musuh yang hampir menembus kepalanya.

Beruntung, bidikan lawan hanya menggores helm baja yang ia kenakan.

Konflik tersebut pun akhirnya berakhir damai pada tahun 1966. Meski begitu, kenangan perang tetap melekat dalam ingatannya.

Masdjudi bersyukur bisa kembali dengan selamat, sebab saat terjadi konflik banyak juga rekannya yang gugur.

Ia berpesan kepada generasi muda untuk terus berjuang dan berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman.

"Tidak bisa kita mengandalkan hanya dari sekolah. Kalau pintar cuma pintar saja, tapi kalau kita kreatif bisa untuk hidup,” ungkapnya.

Editor : Ali Mustofa
#Kopasgat #Irian Barat #angkatan udara #sejarah #Kisah Veteran #rembang #hercules #dwikora #Masdjudi #belanda #Veteran #Veteran Rembang