Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Empat Mahasiswa UMK Raih Medali Emas Ajang Lomba WSEEC 2024, Ciptakan Buku Hubungkan Fisika dan Gamelan 

Indah Susanti • Minggu, 9 Juni 2024 | 22:59 WIB

 

BANGGA: Empat mahasiswa UMK saat menerima medali emas dan piagam usai mengikuti lomba WSEEC 2024 di Jakarta baru-baru ini.
BANGGA: Empat mahasiswa UMK saat menerima medali emas dan piagam usai mengikuti lomba WSEEC 2024 di Jakarta baru-baru ini.

 

Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) sukses meraih gold medals dalam ajang World Science, Environment And Engineering Competition (WSEEC) 2024.

Kegiatan tersebut dihelat di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta bulan Mei 2024.

INDAH SUSANTI, Kudus, Radar Kudus

Tim mahasiswa dari Universitas Muria Kudus (UMK) membawa medali emas saat mengikuti ajang kompetisi World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2024 di Jakarta.

Keempat mahasiswa tersebut ialah, Isna Fatkhur Rohmah dari program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Sabrina Ratih Kusumaningrum dari prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Kemudian, Lisa Auliya Insani dari prodi Bimbingan dan Konseling (BK), dan Khilda Evita Aisya dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Ketua kelompok Isna Fatkhur Rohmah menyampaikan, terdapat tujuh kategori dalam ajang tersebut.

Antara lain, Mathematics, Energy and Engineering, Envirorment, Physic, Life Science, Sosial Science, dan Technology.

Isna dan tim sendiri yang membawakan karya ilmiah dengan judul “POP-UP BOOK FISIKAKU BUDAYAKU: Enhancing Literacy and Understanding of Indonesian Local Culture through the Lens of Physics” memperoleh gold medals di kategori Physic.

“Persiapannya mulai dari mencari ide apa yang akan kita bawakan sampai akhirnya kami memilih untuk membuat buku pop-up yang didalamnya mengintegrasikan kebudayaan dalam hal ini gamelan dengan fisika,” jelas Isna.

Mereka mengaku, ide menggabungkan fisika dan budaya ini muncul dari rasa penasaran.

Cara menggunakan gamelan di tabuh dan ada ritme yang keluar. Kemudian, ada gerakan dari tangan pada saat menabuh dan lainnya.

”Sebenarnya dikehidupan sehari-hari juga bisa dijadikan riset. Penggabungan ilmu sains dengan budaya itu sangat menarik,” ungkapnya.

Setelah, itu mereka melakukan riset terkait apa saja ilmu fisika yang ada dalam gamelan.

Kemudian masuk ke desain buku, ia bersama rekan-rekannya mendesain sendiri bukunya. Cetak prototype dan uji coba awal pada siswa SMP dan SMA.

Lebih lanjut, Isna mengaku bahagia dengan hasil yang diraihnya.

Kendati demikian, mereka menyadari jika buku yang Isna dan tim ciptakan masih perlu ditingkatkan, baik dari segi materinya maupun fitur didalamnya.

“Harapannya buku ini tidak berhenti hanya di satu materi gamelan aja. Kami ingin mengembangkan buku ini lebih jauh lagi seperti vitur AR dan ingin menghubungkan fisika dengan kebudayaan yang lain seperti tari tradisional, permainan tradisional atau bahkan menghubungkan kebudayaan dengan ilmu selain fisika,” pungkasnya.

Sebagai informasi, WSEEC merupakan kegiatan yang menjadi wadah pembelajaran dan pembinaan bagi generasi muda, utamanya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and mathematics).

”Acara ini menjadi wadah bagi bidang penelitian dan karya ilmiah generasi muda mulai dari SD sampai jenjang perkuliahan untuk berperan dalam persaingan dunia industri 4.0,” imbuh Isna. 

Editor : Ali Mustofa
#kompetisi #penelitian #mahasiswa #medali emas #UMK #fisika #WSEEC #gamelan #Kudus