LETKOL Inf Yudhi Yahya baru saja ditugaskan menjadi komandan Kodim (dandim) 0720/Rembang.
Ia sudah melanglang buana melakoni tugasnya sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI). Termasuk belajar strategi perang hingga ke Kanada.
Letkol Inf Yudhi Yahya langsung terjun ke Pasar Rembang beberapa waktu lalu. Saat itu, dia baru saja dipindah tugaskan ke Kabupaten Rembang.
Dia langsung mengerahkan pasukannya untuk menyerbu pasar. Tidak membaya bedhil, tapi menenteng sapu, ekrak, dan piranti kebersihan lain.
Letkol Yudhi mengomandoi pasukannya untuk ngosek selokan dan membersihkan area pasar.
Sebab, saat itu memasuki musim hujan, sehingga perlu diantisipasi, agar tidak terjadi genangan di area tempat perbelanjaan warga Rembang itu.
Pria yang lahir pada 1981 silam itu, memang bertugas ke Rembang sekitar awal Desember lalu. Menggantikan dandim sebelumnya, Letkol Czi Parlindungan Simanjuntak.
Ia bercerita, karir militernya berawal dari 2003 lalu ketika lulus akademi militer (akmil).
Dia pernah bertugas sebagai danramil Larat, sebuah daerah yang berada di Maluku.
Beberapa tempat lain selanjutnya ia jajaki untuk menjalankan tugas. Seperti menjadi Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Letkol Yudhi juga pernah menjalankan tugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Di Atambua merupakan wilayah pedalaman.
Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Seperti sulitnya air bersih dan menurutnya butuh perhatian.
Di sana dia menginisiasi program ketahanan pangan, sehingga masyarakat bisa mandiri memiliki pendapatan ekonomi.
”Di perbatasan saya bertugas pengamanan perbatasan kemudian melaksanakan kegiatan teritorial. Salah satunya pembinaan komunikasi sosial, patok-patok batas yang harus kami jaga," ujarnya.
Tidak hanya di dalam negeri, Letkol Yahya juga pernah mengenyam pendidikan di berbagai negara.
Seperti di Kanada pada 2010, kemudian ke Malaysia pada 2012, dan terbang ke Australia sekitar 2015 lalu.
Di sana, bapak dua orang anak itu, mempelajari tentang strategi perang.
”Sudah tiga kali sekolah ke luar negeri. Yang jelas saya mempelajari tentang strategi perang," ujarnya.
Tentunya, di negeri orang dia bertemu dengan para tentara dari negara lain.
Menurutnya, skill para pasukan luar negeri sama saja, jika dibandingkan dengan TNI.
Namun, yang jelas tidak bisa dikalahkan adalah semangat perjuangan tentara Indonesia.
Usai menjaga perbatasan itu, Letkol Yudhi Yahya ditugaskan sebagai komandan Kodim (dandim) Rembang.
Dia mengaku baru pertama datang di Kota Santri ini. Dia terkesan dengan keramahan masyarakatnya.
Ia juga memboyong anak beserta istri. Sebab, bagi pria yang juga dibesarkan di keluarga tentara itu, menganggap keluarga sebagai penyemangatnya.
Dengan begitu, di mana pun ia bertugas, keluarga selalu ikut bersama.
”Keluarga harus selalu ikut. Tidak bisa jauh-jauh saya," imbuhnya. (vah)
Editor : Ali Mustofa