Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Nafika Asnaita Yasmine, Pemilik Bisnis Skincare dan Kuliner Ternama di Grobogan yang Sukses Usaha Berkat Ikuti Anjuran Orang Tua

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 30 November 2023 | 00:42 WIB

 

Nafika Asnaita Yasmine
Nafika Asnaita Yasmine

PERAN orang tua sangat penting bagi Nafika Asnaita Yasmine saat merintis bisnis.

Orang tua yang lebih dulu membuka Rumah Makan Noroyono, membuatnya mengikuti jejak. Kini, ia punya bisnis kuliner dan skincare.

Sejak pagi sejumlah pasien terlihat antre di klinik umum di Jalan Raya Purwodadi-Pati. Tepatnya di Desa Jangkungharjo, Brati, Grobogan.

Setelah sejumlah pasien selesai diperiksa, pemilik klinik itu Nafika Asnaita Yasmine langsung menuju bangunan bagian belakang di lantai II.

Di sana, Nafika juga sudah ditunggu sejumlah pasien. Ruangan yang penuh nuansa hijau dengan interior modern itu, terlihat beberapa alat kecantikan.

Di tempat itulah dr Nafika membuka praktik skincare. Ternyata dalam satu gedung tersebut, terdapat klinik umum, skincare, serta apotek.

Di usianya yang baru menginjak 31 tahun, Nafika terbilang sukses dalam karirnya.

Perempuan lulusan jurusan kedokteran, Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang pada 2016 ini, sejak lulus langsung praktik di klinik umum dan skincare miliknya sendiri.

Selama bekerja sesuai profesinya itu, alumni SMPN 1 Purwodadi ini, juga dipercayai mengelola bisnis kuliner milik orang tuanya ”Kedai Cangkir”.

Setelah mencari pengalaman sekitar dua tahun, akhirnya pada 2019 ia membuka klinik skincare sendiri yang diberi nama Jasmine Skincare.

”Tidak hanya fokus pada skincare. Karena juga membuka praktik umum dan apotek, ternyata saat itu langsung diterima masyarakat dan bisa berkembang. Akhirnya, pada 2022 memberanikan diri membuka cabang di Dusun Gendingan, Desa Depok, Kecamatan Toroh,” ujarnya.

Di sela kesibukannya mengurus praktik umum dan estetik, alumni SMAN 3 Semarang ini, juga membagi waktunya dengan mengurus bisnis kuliner.

”Sejak kecil sudah familiar dengan bisnis kuliner. Jadi, pas praktik dokter sudah jalan, saya sambi mengelola bisnis kuliner,” ungkapnya.

Dia menerangkan, setelah banyak belajar terkait manajemen, karyawan, operasional, hingga menu, tahun ini dia menambah bisnis kuliner lagi.

Dibangun samping gedung praktik dokternya yang pertama. Diberi nama ”Loka Sambal”.

Saat ini, ia bnerhasil membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda di Kabupaten Grobogan.

Untuk dua lokasi praktik kecantikannya, ia memiliki enam dokter praktik dengan 30 karyawan.

Sedangkan di dua tempat usaha kulinernya, ia memiliki sekitar 50 karyawan.

Dari banyaknya karyawan itu, ia jadi mudah dalam menjalankan bisnisnya.

Termasuk dia bisa fokus bekerja serta belajar mengembangkan diri lagi.

”Adanya karyawan saya jadi bisa bagi waktu. Apalagi sudah ada bantuan dokter pengganti juga. Sedangkan manajemen rumah makan, sudah saya pasrahkan sesuai struktur organisasi. Masing-masing karyawan sudah tahu tanggungjawabnya. Hal inilah yang membuat klinik dan resto tetap jalan, meski nggak ada saya di situ,” jelasya.

Dia bercerita, sejak kecil oleh orang tuanya, dia sudah ditanamkan mindset bahwa pendidikan penting, tapi keterampilan juga sama pentingnya.

Sebab, ke depan tak tahu lapangan pekerjaan apa yang ada.

”Maka dengan memiliki skill, bisa menjadi ladang mencari rezeki,” kenangnya.

Kesuksesannya berbisnis juga berkat didikan kedua orang tuanya sejak kecil.

Dia dan dua saudaranya selalu dilibatkan dalam bisnis kuliner orang tuanya.

Terlebih ketika libur sekolah, Nafika bersama kakak dan adiknya ikut menyajikan makanan ke pelanggan, cuci piring, hingga bersih-bersih rumah makan.

Meski sukses berbisnis, ternyata perempuan yang tinggal di Jalan Gunung Kerinci, Kota Purwodadi, Grobogan, ini juga merasakan jatuh bangun dalam berbisnis.

”Pas buka praktik kecantikkan, sempat disambut Covid-19. Jadi pernah sepi banget. Sampai saya nangis-nangis. Mikirin banyak kepala (karyawan, Red) yang bergantung di sini. Kalau tempat usaha nggak berjalan, bagaimana dengan yang bekerja di sini? Akhirnya memutar otak gimana caranya bisa tetap berjalan,” ungkapnya.

Kini, anak kedua dari tiga bersaudara ini berharap, ke depan ingin bisa membuka cabang lagi hingga ke luar kota.

”Harapannya bisa mengembangkan Jasmine Skincare lagi pada tahun depan. Kalau bisa buka cabang di luar kota, biar menjangkau lebih banyak orang,” harapnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#kuliner #orang tua #grobogan #Skincare #bisnis