Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ini Lho Sosok Direktur RS KSH Pati dr. Kelvin Kurniawan, Ternyata Hobi Pelihara Ikan Koi

Andre Faidhil Falah • Selasa, 5 September 2023 | 18:57 WIB
Direktur KSH Pati dr. Kelvin Kurniawan
Direktur KSH Pati dr. Kelvin Kurniawan

Bagi dr Kevin Kurniawan keramahan dan humanism menjadi ruh pelayanan kesehatan. Itu ditularkan ke karyawan yang dia pimpin. Di sela kesibukannya, dokter muda ini menyempatkan memelihara ikan koi. Cara memeliharanya juga unik.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Radar Kudus, Pati

DI Soedirman Park Residence J03 Pati dokter ini menghabiskan waktu bersama keluarganya. Di sisi lain, keseharian dokter Kelvin ini menjadi direktur KSH Pati.

Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi BUMDesMa Pati, Tiga Orang Ini Langsung Dijebloskan ke Penjara, Ini Identitasnya

Baca Juga: Berpotensi Rugikan Negara hingga Rp 1,5 M, Tiga Tersangka Kasus BUMDesma Pati Ditahan

Baginya, rutinitas selalu padat di sana. Mulai dari rapat rencana rumah sakit hingga mengatasi keluhan masyarakat.

”Kami ingin KSH itu menjadi digital rumah sakit yang unggul. Tentunya tetap mengutamakan keramahan dan humanisme,” terang lulusan Magister Kesehatan Masyarakat (ARS) di Universitas Diponegoro itu.

Baca Juga: Miris!! Karyawan Pabrik di Rembang Diduga Dilecehkan Pekerja Asing : Raba Tangan hingga Bagian Dada

Baca Juga: Kekeringan di Kabupaten Pati Kian Meluas, Puluhan Jiwa Alami Kesulitan Air Bersih

Bukan menjadi pilot atau astronot, sejak kecil Kelvin ini bercita-cita menjadi seorang dokter. Biar bisa merawat sesama dan orangtuanya.

”Dulu waktu ibu sakit kan dibantu banyak dokter. Jadi saya ini sejak kecil bercita-cita menjadi dokter,” paparnya.

Setelah lulus kuliah di Undip pada 2006, Kelvin bekerja di klinik dr Benny.

Kemudian dirinya diajak mengembangkan klinik KSH di Kabupaten Pati.

Karena dirasa mampu, lalu Kelvin diperbantukan di rawat jalan dan inap RS KSH Pati.

Dokter Kelvin ini terkenal akan kedisiplinannya.

Dia memenuhi harapan dan kepercayaan dr. Benny dan kemudian dilantik menjadi deputi direktur dan hingga akhirnya menjadi direktur KSH Pati sejak 2016 hingga sekarang.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Pati Serahkan Jaminan Kematian Perangkat Desa dan BPD

Baca Juga: Apes! Nyopet saat Acara Haul Ki Ageng Tarub Grobogan, Pria Warga Pati Ini Dimassa Warga, Begini Kronologinya

Bagi dokter Kelvin, menerapkan humanisme dan pelayanan prima ini tentunya selalu memantau tanggapan pasien.

Berbagai keluhan dipecahkan tiao briefing dengan karyawannya.

"Tiap Senin kami memantau berbagai tanggapan dari pasien. Baik melalui rating google hingga aplikasi dari BPJS. Permasalahan tersebut kami rapatkan dengan para tenaga kesehatan," paparnya.

Baca Juga: Warga Keluhkan Bau Busuk Limbah Pabrik Pengolahan Ikan di Juwana Pati

Baca Juga: Kasus Ayah Bunuh Anak Kandung di Pati Terungkap, Pelaku Ternyata Sering Nonton Video Horor dan Bayi Dibuang 

Selain itu, tiap tenaga kesehatan ditekankan agar melayani pasien dengan humanisme.

Caranya, menganggap dirinya sendiri sebagai pasien.

"Tempatkan diri ini sebagai pasien. Tentunya kita tak ingin jika dilayani dengan kurang baik. Maka berfikirnya juga andaisaja kita ini berada di tempat pasien itu," imbuhnya.

Direktur KSH Pati dr. Kelvin Kurniawan
Direktur KSH Pati dr. Kelvin Kurniawan

Menjalani rutinitas profesi dokter itu, ia relaksasi dengan hobi merawat ikan koi. Di halaman belakang rumah dokter Kelvin ini ada kebunnya.

Di kebun tersebut terpacak gazebo. Berdekatan dengan gazebo itulah ia menempatkan kolam ikan koi.

Baca Juga: Warga Guwo Pati Bebas Setelah Selesai dengan Restorative Justice, Ini Kasusnya

Baca Juga: Sambat, Petani-Nelayan di Pati Diminta jangan Sampai Ngalah Terus

Tiap pagi pria berkaca mata itu menengok ikannya sambil duduk di gazebo belakang rumahnya itu. Baginya, asik melihat ikan koi sambil memberinya makan.

”Senang rasanya melihat ikan koi itu cuap-cuapnya (ketika ikan sedang makan, Red). Mereka bergerombol. Kesenangannya ketika melihat ikan makan,” terang laki-laki asal Jakarta ini.

Dokter kelahiran Jakarta, 30 November 1982 ini sejak tahun 2020 memelihara ikan koi. Selain hobi, itu untuk mengisi waktu luang di tengah kesibukan menjadi direktur rumah sakit.

”Ikan koi ini mirip lukisan abstrak. Jadi corak di tubuhnya itu tak ada yang sama. Berbicara koi ini tak ada habisnya,” paparnya.

”Koi itu ikan yang tenang. Ikannya berkelompok. Geraknya bersama itu kelihatan indah dan bagus,” lanjutnya.

Tak hanya merawat orang, dokter Kelvin juga bisa merawat ikannya. Ada berbagai obat untuk ikan ternyata.

Baca Juga: Henggar Budi Anggoro Kembali Ditunjuk Jadi Pj Bupati Pati, Ini Fokusnya

Baca Juga: Nekat Edarkan Sabu di Kudus, Dua Pria Asal Banten dan Pati Dibekuk Polisi, Begini Kronologinya

Ternyata ikan koi ini bisa terserang penyakit. Ada penyakit cacar ikan. Bahkan ada penyakit dompo. Mirip manusia, kata Kelvin. ”Saya baru tahu ada ikan kena cacar. Itu ternyata kaya dompo orang,” tukasnya.

Kelvin pun merawat ikannya ketika sakit. Sudah mirip dokter ikan saja. Biasanya ikan yang sakit itu dikarantina. Sementara dipisahkan dulu dari kawanannya.

”Ikan kalau sakit dikarantina. Biar kawan-kawannya tak kena penyakitnya juga,” tandasnya.

Ayah dua anak ini belajar merawat dan mengobati ikan dari internet. Salah satu obatnya, diberikan antibiotik.

”Obat antibiotik ini manjur. Tapi untuk ikan yaaa,” candanya. ”Belajar dari internet itu. Lihat tutorial dan baca-baca penyakit dan obat ikan. Iya, jadi dokter ikan,” serunya.

Baca Juga: Emak- emak Warga Desa Wegil, Sukolilo Pati Blokade Jalan, Ini Penyebabnya!

Baca Juga: Ditusuk saat Konser Dangdut, Warga Desa Mojoagung Trangkil Pati Tewas, Begini Kronologinya

Tak hanya itu, saking sukanya dengan koi dia sampai benar-benar memperhatikan air kolamnya. Ada tiga lapis filter yang digunakan untuk menyaring air.

”Biar airnya jernih. Ikan koi ini bisa sampai 70 tahun lho. Asalkan perawatannya benar,” pungkasnya.

Keseharian Kelvin ini tak bisa lepas dari ikan koi. Bagaimana tidak, dia sampai memasang CCTV di dekat kolam. Biar kelihatan jelas ikannya.

Baca Juga: Korupsi Bankeu Pemprov Ratusan Juta, Mantan Kades Semirejo Pati Dituntut Enam Tahun Penjara

”Kalau jauh nanti tak bisa lihat ikannya. Kalau deket kan bisa lihat ikannya. Nggak lihat cuap-cuapnya ikan itu nggak seru. Kasih makannya kan juga otomatis. Dari handphone (HP) bisa,” katanya. Sambil melihatkan CCTV kolam kepada wartawan ini.

”Koi bagusnya dilihat dari atas. Karena ada lukisan tuhan di sana,” sambungnya. 

Di sekitar kolam juga ada pepohonan yang rimbun. Uniknya lagi, ada ular sawah liar yang menghuni kebunnya.

”Kebun kami kan berdekatan dengan sawah. Itu ada ularnya satu yang berdiam di kebun. Biar nda tikus kaan. Saya diemin saja ularnya. Kalau sama-sama lihat (ular dan Kelvin), sama-sama kaburnya. Jadi saya biarin dan memang tidak kami matikan ularnya,” paparnya. 

Biasanya tanaman-tanaman itu disemprot dengan air kolam ikannya. Biar sama-sama senang katanya. ”Buat nyiram kebon bukan air tandon. Tapi air kolam. Supaya filternya tak berat, ikannya happy. Tanamannya juga happy,” tutupnya sambil tertawa lebar. (*/him)

Editor : Ali Mustofa
#KSH pati #rumah sakit #dr Kevin Kurniawan #ikan koi