Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ketika Penyerang Persijap Jepara Qischil Gandrum Minny Jalani Kursus Kepelatihan AFC

Moh. Nur Syahri Muharrom • Kamis, 27 Juli 2023 | 00:48 WIB
DUA TUGAS: Qischil Gandrum Minny, pemain Persijap Jepara yang saat ini ikut kursus kepelatihan peningkatan lisensi di Batu.
DUA TUGAS: Qischil Gandrum Minny, pemain Persijap Jepara yang saat ini ikut kursus kepelatihan peningkatan lisensi di Batu.

PENYERANG Persijap Jepara Qischil Gandrum Minny menempuh kursus kepelatihan. Meningkatkan status lisensinya dari AFC C ke AFC B. Ia tetap aktif mengirim video latihan ke tim pelatih.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

DUA pekan terakhir, sosok penyerang Persijap Jepara Qischil Gandrum Minny tak tampak dalam latihan. Dalam dua laga uji coba terakhir, ia pun tak ikut serta. Usut punya usut, ia tengah menempuh pendidikan kepelatihan di Kota Batu, Jawa Timur.

Dari sekian banyak pemain Persijap musim ini, sosok asal Kediri itu memang satu-satunya pemain yang memiliki lisensi kepelatihan AFC C. Dan saat ini, ia menempuh pendidikan untuk meningkatkan lisensi tersebut jadi AFC B.

Pendidikannya memakan waktu sebulan. Namun terbagi dalam dua babak. Babak pertama berakhir akhir bulan ini. Dan babak kedua dimulai pertengahan bulan depan.

Untuk lisensi kepelatihan AFC C didapatnya tahun 2021 lalu. Sama seperti tahun ini, didapatnya saat masih aktif jadi pemain sepak bola.

Dalam kursus kali ini, ada beberapa sosok pemain aktif yang ikut menemani Qischil. Di antaranya ada Rendi Irwan, pemain Deltras Sidoarjo; dan Samsul Arif Munip, pemain Gresik United. ”Kemarin kan sudah dapat beasiswa AFC C dari Kemenpora. Ini dilanjutkan ke AFC B beasiswanya,” ungkap Qischil kemarin.

Meski masih aktif sebagai pemain, dengan ikut kursus kepelatihan itu bisa memudahkan ia dalam mencerna intruksi pelatih. Ditambah, di Persijap ia tak sekadar jadi pemain, namun jadi kapten tim.

”Jadi lebih paham. Dan agar tidak salah persepsi. Jadi bisa jadi jembatan juga dalam menyampaikan ke teman-teman,” papar pria kelahiran 22 Juli 1987 ini.

Meski harus melewatkan latihan di Persijap dalam kurun waktu dua pekan terakhir, ia mengaku tak meninggalkan kewajibannya sebagai pemain.

Ia tetap aktif mengirimkan video latihannya ke tim pelatih. Bahkan, saat kursus baru dimulai pukul 07.00 WIB, ia sudah mulai latihan fisik sejak pukul 05.00 WIB. ”Tidak apa-apa, sedikit membeku,” gurau pemain asal Kediri ini.

Dengan lisensi kepelatihan yang dimilikinya itu, ia bertekad ikut membina bibit-bibit pesepakbola berbakat. Terutama dari daerah asalnya. (*/zen)

Editor : Ali Mustofa
#sepak bola #pelatih #kursus kepelatihan #persijap jepara