ACHMAD ULIL ALBAB, Radar Kudus
Sore tiba, anak-anak usia sekolah dasar terlihat berdatangan ke sebuah tempat latihan beladiri yang sederhana di Desa Mojo Kecamatan Cluwak, dari pusat kota Pati jaraknya 43 kilometer atau 1 jam 15 menit perjalanan. Tempat latihan itu bernama Abror Muay Thai Boxing Camp. Anak-anak itu memakai baju serba putih khas pakaian untuk olahraga beladiri karate. Di tempat ini para siswa belajar karate dan muaythai.
Terlihat beberapa alat latihan sudah tertata rapi. Camp latihan ini berdiri sudah setahunan ini, tepatnya sejak Desember 2020. Pendiri sekaligus pengelolanya adalah Ahmad Azarudin Al Abror. Dia berlatar belakang atlet beladiri. Namanya sempat melejit kala tampil di pertandingan One Pride Mixed Martial Arts (MMA) di TV One. Dia menang dalam pertandingan eksibisi perdananya di kelas midleweight.
Azar sendiri merupakan atlet yang cukup berprestasi. Sebelum tampil di ajang MMA Azar tercatat pernah berprestasi sebagai Runner Up Kejurprov Tinju, dan meraih medali emas Ksatria Fight (muaythai). Saat ini Azar banyak menghabiskan waktunya untuk melatih anak-anak, dan latihan sendiri untuk tampil di ajang MMA.
Saat ini di camp latihannya itu Abror melatih sekitar 25 anak didiknya. Rata-rata anak didiknya datang dari wilayah sekitar desanya, Kecamatan Keling, Jepara dan Cluwak. "Latihan di sini sepekan tiga kali. Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Dimulai pukul 16.00," kata Abror
Di camp ini ada 4 pelatih karate dan ada 2 pelatih Muay Thai yang akan menggembleng kemampuan anak-anak didiknya.
“Selain anak-anak, di camp latihan ini juga diikuti oleh para ibu-ibu. Mereka ikut berlatih bela diri karena inginsehat sekaligus menurunkan berat badannya. Tapi kebanyakan peserta latihan adalah anak-anak. Mereka usia SD sampai SMA,” kata Abror.
Lebih lanjut, tujuannya membuka camp latihan beladiri karena untuk menyalurkan hobinya. Selain itu menjadi bagian dari tuntutan profesinya sebagai atlet beladiri yang mengharuskan dirinya tetap menjaga kemampuan beladirinya.
Untuk membangun camp latihan ini tidak mudah. Azar harus pontang-panting agar tempat latihan tersebut kokoh berdiri, dan bisa mencetak atlet beladiri yang tangguh dan berprestasi.
“Alhamdulillah kami sedikit-sedikit dibantu KONI Pati juga. Memang masih banyak kekurangan. Baik dari fasilitas latihannya, dan juga tenaga pelatih kami kekurangan,” paparnya. (*/him) Editor : Ali Mustofa