RADAR KUDUS - Nabila Taqiyyah merilis official music video untuk lagu Berjalan Tanpamu pada 7 Maret 2025, yang langsung masuk dalam #18 trending music di YouTube.
Lagu Berjalan Tanpamu merupakan bagian dari album Kekal Yang Sementara, dengan lirik yang ditulis oleh Caturadi Septembrianto dan diproduseri oleh S/EEK.
Proses rekaman vokal dilakukan di BRO’s Studio, dengan Barsena Bestandhi sebagai produser sekaligus editor, serta mixing dan mastering oleh Dimas Pradipta di Sum It! Studio.
Video klipnya digarap dengan visual sinematik oleh sutradara Bobby Adrian V & Jessy Sylviani, serta menghadirkan konsep artistik yang dipimpin oleh Vendri Alderi W.
Dengan aransemen musik yang kuat dan lirik emosional, Berjalan Tanpamu semakin memperkuat posisi Nabila Taqiyyah sebagai salah satu penyanyi berbakat di industri musik Indonesia.
Berikut ini lirik lagunya:
verse 1
hey apa kabarmu
semoga kau tak lupa denganku
aku yang dahulu
menunggumu dari jauh
tak terasa sudah
bulan demi bulan
berganti tahun
ku harus akhir ini sampai disini
pre chorus
bukan ku tak memegang janjiku
tapi ku juga punya hati
maafkan..
chorus
ku kan berjalan perlahan menata hatiku
hingga ku temukan lagi bahagia
meski itu tanpamu
verse 2
tak berharap mudah
perlahan lahan pasti terobati
ku harus lewati ini tanpa sembunyi
bridge
hingga ku temukan lagi
bahagia meski itu tanpamu…. Oooo
Makna lagu ini:
Lagu Berjalan Tanpamu menggambarkan kisah melepaskan seseorang yang pernah ditunggu dengan penuh harapan, meskipun akhirnya harus berakhir.
Liriknya mencerminkan perjuangan untuk menerima kenyataan dan menyembuhkan hati secara perlahan, meski tanpa orang yang pernah dicintai.
Pesan utama lagu ini adalah tentang menghargai perasaan diri sendiri, bahwa seseorang juga berhak untuk bahagia meskipun harus berjalan sendirian.
Ada nuansa kesedihan dan ketegaran dalam lagu ini, di mana sang tokoh dalam lirik berusaha kuat menghadapi perpisahan tanpa menyalahkan keadaan.
Berjalan Tanpamu adalah lagu tentang proses move on—belajar merelakan, memaafkan, dan menemukan kebahagiaan yang baru meskipun tanpa orang yang dulu pernah dinanti.
Editor : Mahendra Aditya