RADAR KUDUS – Nama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tengah menjadi sorotan di media sosial setelah runner Cindy Gulla mengungkapkan kekecewaannya terkait dugaan penggunaan foto pribadinya untuk kepentingan promosi ajang lari Merdeka Run.
Cindy menyampaikan persoalan tersebut melalui akun Threads pribadinya, @cgulla, pada Minggu (16/8/2026). Ia mengaku foto dirinya digunakan dalam unggahan promosi Kemenpora, meski sebelumnya belum memberikan persetujuan atas permintaan penggunaan foto tersebut.
Menurut Cindy, persoalan bermula ketika akun Instagram resmi Kemenpora mengirimkan pesan langsung atau direct message (DM). Dalam pesan itu, pihak Kemenpora disebut meminta izin untuk menggunakan foto pribadi Cindy dengan alasan sebagai materi edukasi terkait kegiatan.
Namun, Cindy mengaku belum sempat memberikan jawaban ketika foto tersebut diduga sudah digunakan.
Yang membuat Cindy semakin keberatan, foto itu disebut bukan sekadar digunakan sebagai materi edukasi. Foto tersebut justru muncul dalam konten yang berkaitan dengan promosi Merdeka Run.
Cindy kemudian memberikan penjelasan bahwa dirinya tidak mengikuti ajang lari yang dipromosikan melalui unggahan tersebut.
Ia juga membantah pernah memberikan wawancara kepada Kemenpora mengenai kegiatan Merdeka Run. Karena itu, Cindy mempertanyakan penggunaan fotonya sekaligus narasi yang muncul dalam unggahan tersebut.
Melalui Threads, Cindy menuliskan bahwa foto dirinya sudah ditayangkan meski permintaan izin dari Kemenpora belum sempat ia balas.
“Belum juga dibales, udah dipake aja fotonya. Aku nggak ikut race ini ya gais. Beda 4 menit langsung tayang. Nggak pernah di-interview Kemenpora padahal,” tulis Cindy.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian pengguna media sosial. Sejumlah warganet turut menyoroti persoalan mengenai penggunaan foto seseorang untuk kepentingan publikasi tanpa adanya persetujuan yang jelas.
Kasus ini juga menjadi sorotan karena foto tersebut digunakan dalam konteks promosi kegiatan olahraga. Cindy menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam race sebagaimana konteks yang ditampilkan dalam unggahan Kemenpora.
Dengan demikian, persoalan yang disampaikan Cindy bukan hanya mengenai penggunaan foto, tetapi juga mengenai narasi yang dinilai dapat menimbulkan kesan bahwa dirinya berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Kemenpora mengenai dugaan penggunaan foto Cindy Gulla tanpa izin maupun mengenai konten promosi Merdeka Run yang dipersoalkan tersebut.
Klarifikasi dari Kemenpora dinantikan untuk menjelaskan kronologi permintaan izin, penggunaan foto, serta konteks publikasi yang menjadi sorotan Cindy di media sosial.3 Judul Alternatif
Editor : Mahendra Aditya