RADAR KUDUS — Babak baru pasca-perceraian pasangan selebritas Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menyita perhatian publik.
Kali ini, pihak Ruben Onsu secara terbuka membeberkan rincian finansial terkait nafkah anak yang diwajibkan oleh pengadilan, sekaligus mengungkap adanya pembengkakan biaya riil di lapangan yang nilainya jauh melampaui ketetapan resmi majelis hakim.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terungkap bahwa berdasarkan putusan inkrah pengadilan, Ruben Onsu sebenarnya hanya diwajibkan membayar nafkah anak sebesar Rp75 juta per bulan.
Nominal tersebut diperuntukkan bagi ketiga buah hati mereka, yakni Thalia, Thania, dan putra angkat mereka, Betrand Peto Putra Onsu (Onyo).
"Dari perincian putusan yang ada itu sudah sangat jelas bahwa biaya nafkah anak yang ditetapkan pengadilan adalah Rp75 juta.
Nilai itu terhitung secara matematis di mana setiap anak mendapatkan porsi Rp25 juta per bulan," tegas Minola Sebayang, sebagaimana dikutip dari tayangan di kanal YouTube Reyben Entertainment.
Keberatan Pihak Ruben: Realitas Pengeluaran Membengkak hingga Rp225 Juta
Kendati putusan hukum telah mengikat nominal Rp75 juta, Minola Sebayang mengaku heran dengan realitas tagihan bulanan yang diajukan oleh pihak Sarwendah.
Dalam praktiknya, dana yang harus dikeluarkan oleh presenter kondang tersebut melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp225 juta per bulan, atau tiga kali lipat dari ketetapan hakim.
Minola membeberkan bahwa ada banyak komponen biaya tambahan di luar nafkah pokok yang dibebankan kepada kliennya tanpa koordinasi yang transparan.
Lebih mengejutkan lagi, nominal fantastis Rp225 juta tersebut ternyata belum mencakup fasilitas instrumen pembayaran lain.
-
Di Luar Kartu Kredit: Pengeluaran Rp225 juta tersebut belum termasuk tagihan bulanan dari pemakaian kartu kredit.
-
Sistem Bagi Dua (50-50): Untuk tagihan kartu kredit dalam mata uang rupiah, Ruben Onsu kerap diminta oleh pihak mantan istri untuk membagi dua porsi pembayaran secara rata (50-50).
Pertanyakan Transparansi Penggunaan Anggaran oleh Sarwendah
Pembengkakan biaya yang tidak terkontrol ini memicu tanda tanya besar bagi pihak Ruben Onsu.
Menurut Minola, ketika kliennya mencoba meminta kejelasan dan transparansi mengenai peruntukan uang ratusan juta tersebut, pihak Sarwendah tidak pernah memberikan informasi atau rincian laporan yang jelas.
Persoalan ini dinilai krusial karena Ruben mengkhawatirkan adanya miskomunikasi yang sampai ke telinga anak-anak mereka.
Ruben ingin memastikan bahwa anak-anak mengetahui secara jujur bahwa sang ayah tetap bertanggung jawab penuh dan royal dalam membiayai seluruh aspek kehidupan mereka.
“Klien kami rutin membiayai kebutuhan pendidikan, nafkah hidup sehari-hari, hingga memfasilitasi biaya liburan yang mewah. Pertanyaan paling penting adalah, anak-anak paham tidak mengenai hal ini?” ungkap Minola.
Harapan Ruben: Kedekatan Emosional dengan Anak Tetap Terjaga
Baca Juga: Ironis! Lima SMP Negeri di Jepara Kekurangan 257 Siswa, Sekolah Rakyat Justru Diserbu Pendaftar
Pihak Ruben Onsu menilai keterbukaan mengenai nafkah ini sangat berdampak pada kondisi psikologis dan hubungan emosional antara ayah dan anak.
Ruben berharap, dengan adanya pemahaman yang benar dari anak-anak mengenai tanggung jawab finansial yang dijalankannya, tidak akan ada jarak atau kecanggungan ketika mereka menghabiskan waktu bersama.
"Apabila fakta-fakta ini disampaikan secara proporsional kepada anak-anak, maka saat mereka bertemu dengan Ruben, tidak akan ada lagi sikap canggung atau dingin terhadap ayahnya, meskipun mereka sudah lama tidak tinggal satu atap," pungkas Minola Sebayang mengakhiri keterangannya. (*)