Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nihon Matsuri UNNES, Festival Budaya Jepang yang Kian Digemari dan Jadi Magnet Generasi Muda

Nabila Agustin • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:25 WIB
Festival Nihon Matsuri (YouTube OnlyNoob)
Festival Nihon Matsuri (YouTube OnlyNoob)

RADAR KUDUS – Festival budaya Jepang bertajuk Nihon Matsuri yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Dari kegiatan yang awalnya hanya ditujukan untuk mempererat hubungan antarmahasiswa, acara ini kini menjelma menjadi salah satu festival budaya Jepang terbesar di lingkungan kampus Jawa Tengah.

Setiap tahunnya, Nihon Matsuri berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta budaya Jepang, hingga masyarakat umum.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pembelajaran bahasa, pertukaran budaya, dan pengembangan kreativitas generasi muda.

Berawal dari Kegiatan Internal Mahasiswa

Nihon Matsuri pertama kali digelar pada 2009 sebagai bagian dari kegiatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES.

Seiring berjalannya waktu, antusiasme peserta dan pengunjung terus meningkat sehingga acara tersebut berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan para penggemar budaya Jepang.

Setelah sempat terdampak pandemi Covid-19, festival ini kembali hadir dengan skala yang lebih besar dan suasana yang semakin meriah.

Kehadirannya menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap bahasa, seni, dan budaya Jepang.

Ketua Panitia Nihon Matsuri 2023, Rayana Ustadi Al Ghofaro, mengatakan bahwa perkembangan festival ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak serta tingginya antusiasme komunitas pecinta budaya Jepang.

Menurutnya, kegiatan yang awalnya bersifat internal kini telah menjadi ruang interaksi budaya yang mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah.

Hadirkan Kompetisi, Kuliner, hingga Cosplay

Pada penyelenggaraan tahun 2023, Nihon Matsuri berlangsung di Lapangan B1 FBS UNNES pada 27 Mei.

Berbagai kegiatan menarik dihadirkan untuk memanjakan pengunjung, mulai dari perlombaan, pertunjukan seni, pameran komunitas, hingga aneka kuliner khas Negeri Sakura.

Tak hanya itu, festival juga diramaikan oleh berbagai penampilan hiburan yang populer di kalangan penggemar budaya Jepang.

Kehadiran sejumlah bintang tamu dan komunitas kreatif semakin menambah semarak suasana acara.

Sebelum acara puncak digelar, panitia lebih dulu menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung seperti kompetisi akademik dan pawai budaya Jepang.

Pawai tersebut berlangsung di sejumlah lokasi strategis Kota Semarang, termasuk kawasan Simpang Lima dan area kampus UNNES.

Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNNES saat itu, Dr. Eko Raharjo.

Selain menikmati pertunjukan, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai stan komunitas, merchandise bertema Jepang, serta produk kreatif hasil karya mahasiswa dan pelaku usaha lokal.

Antusiasme Pengunjung Sangat Tinggi

Kesuksesan Nihon Matsuri tidak terlepas dari besarnya komunitas penggemar budaya Jepang di Jawa Tengah.

Banyak pengunjung datang dari berbagai kampus untuk menikmati suasana festival yang berbeda dari acara serupa lainnya.

Salah satunya Arya Arsyil, mahasiswa Jurusan Kelautan Universitas Diponegoro.

Ia mengetahui informasi mengenai festival tersebut melalui media sosial komunitas pecinta budaya Jepang.

Menurut Arya, pelaksanaan acara berjalan dengan baik dan menunjukkan persiapan yang matang.

Ia bahkan mengikuti lomba makan ramen yang menjadi salah satu kegiatan favorit pengunjung.

Pengalaman serupa dirasakan Talita Yuni Maghfuroh dan Aurel Amelia, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Universitas Ngudi Waluyo.

Keduanya hadir mengenakan kostum cosplay dan mengaku terkesan dengan konsep festival yang digelar di lingkungan kampus.

Mereka menilai Nihon Matsuri memiliki keunikan tersendiri karena mampu mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Jepang.

Tidak Hanya Hiburan, Tetapi Juga Edukasi

Di balik kemeriahan festival, Nihon Matsuri memiliki misi yang lebih luas, yakni mendukung pengembangan kemampuan bahasa Jepang di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Sejak awal penyelenggaraannya, acara ini rutin menghadirkan berbagai kompetisi akademik yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Jepang.

Salah satu kegiatan yang cukup bergengsi adalah Lomba Pidato Bahasa Jepang atau Benrontaikai tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan bersama Japan Foundation.

Kompetisi tersebut menjadi ajang penting bagi para pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Jepang sekaligus memperluas wawasan budaya.

Saat itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES, Ai Sumirah Setiawati, menyampaikan apresiasi kepada Japan Foundation atas dukungan yang terus diberikan dalam pengembangan pendidikan bahasa Jepang di Indonesia.

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba pidato tersebut membuka peluang bagi para pemenang untuk melaju ke tingkat nasional hingga internasional.

Bahkan, juara nasional berkesempatan mewakili Indonesia dalam kompetisi pidato bahasa Jepang yang digelar langsung di Jepang.

Jembatan Budaya Indonesia dan Jepang

Keberadaan Nihon Matsuri menunjukkan bahwa proses belajar bahasa asing tidak hanya berlangsung di dalam kelas.

Melalui festival budaya, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Jepang, mulai dari bahasa, seni, tradisi, hingga nilai-nilai sosial yang berkembang di sana.

Selain memperkuat kompetensi akademik, festival ini juga menjadi sarana mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang yang selama ini telah terjalin melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan pertukaran pelajar.

Melihat tingginya minat generasi muda terhadap budaya Jepang, Nihon Matsuri diperkirakan akan terus berkembang di masa mendatang.

Panitia berharap festival ini dapat menghadirkan konsep yang lebih kreatif dan menjangkau peserta dari lebih banyak daerah.

Dengan dukungan yang terus meningkat, Nihon Matsuri berpotensi menjadi salah satu festival budaya kampus terbesar dan paling berpengaruh di Jawa Tengah sekaligus memperkuat posisi UNNES sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya Jepang.

 

Editor : Ali Mustofa
#NIHON MATSURI #Unnes #jepang #festival