Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cetak Sejarah Baru, No Na Jadi Girl Group Pertama asal Indonesia yang Tembus Forbes 30 Under 30

Ghina Nailal Husna • Jumat, 29 Mei 2026 | 22:34 WIB
 No Na Jadi Girl Group Pertama asal Indonesia yang Tembus Forbes 30 Under 30
No Na Jadi Girl Group Pertama asal Indonesia yang Tembus Forbes 30 Under 30

 

RADAR KUDUS – Industri musik tanah air kembali dikejutkan oleh pencapaian monumental di panggung global.

Girl group pendatang baru asal Indonesia, No Na, secara resmi dinobatkan sebagai salah satu figur yang masuk ke dalam daftar prestisius Forbes 30 Under 30.

Penghargaan ini menobatkan mereka sebagai girl group pertama dalam sejarah musik Indonesia yang berhasil mengamankan posisi dalam daftar global bergengsi tersebut.

Baca Juga: Sorotan Tajam LBH Medan atas Vonis 10 Bulan Prajurit TNI Penganiaya Remaja: Hak Kasasi Korban Hilang, Keadilan Runtuh

Grup yang beranggotakan empat talenta muda berbakat—Christy Gardena, Baila Fauri, Esther Geraldine, dan Shafza Adesya—dinilai memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya pop global berkat akselerasi karier mereka yang luar biasa dalam setahun terakhir.

Melejit Bersama Label Global 88rising

Kesuksesan global No Na tidak lepas dari tangan dingin 88rising, perusahaan hiburan dan label rekaman raksasa asal Amerika Serikat yang dikenal konsisten mengorbitkan musisi-musisi Asia berbakat ke panggung internasional.

Bergabungnya No Na ke dalam keluarga besar 88rising menempatkan mereka sejajar dengan musisi dunia lainnya.

Nama No Na mulai meroket dan menjadi buah bibir pencinta musik internasional sejak mereka merilis single debut berjudul "shoot" pada Mei 2025 lalu.

Tidak butuh waktu lama setelah debut, kuartet ini langsung mencuri perhatian dunia saat dipercaya tampil di panggung megah festival musik tahunan Head In The Clouds di Los Angeles, Amerika Serikat.

Penampilan energik mereka di hadapan puluhan ribu penonton global kala itu langsung mengukuhkan posisi mereka sebagai the next big thing dari Asia.

Dominasi Digital dan Statistik yang Mengagumkan

Hingga akhir Mei 2026, dominasi No Na di berbagai platform pemutar musik digital terus menunjukkan grafik yang eksponensial.

Saat ini, No Na tercatat telah mengumpulkan lebih dari 1,4 juta pendengar bulanan aktif di Spotify.

Tak hanya itu, karya terbaru mereka yang bertajuk "Rollerblade"—dirilis pada April 2026 kemarin—juga sukses meledak di pasaran.

Video musik lagu tersebut telah disaksikan lebih dari 3,3 juta kali di platform YouTube dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Representasi Budaya dan Kontribusi Terhadap SDGs

Masuknya No Na dalam daftar Forbes 30 Under 30 tidak hanya menjadi pembuktian kualitas seni mereka, melainkan juga membawa dampak sosial-ekonomi yang signifikan.

Baca Juga: Sentil Masalah Utang 15 Tahun yang Belum Lunas, Ussy Sulistiawaty Sindir Sosok yang Kini Malah Makin Tajir

Pencapaian ini dinilai sejalan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Keberhasilan ini membuktikan secara nyata bahwa sektor industri kreatif dan subsektor musik Indonesia memiliki daya saing yang sangat tinggi di pasar internasional.

No Na tidak hanya membuka jalan bagi representasi kebudayaan serta identitas modern Indonesia di mata dunia, tetapi juga membuktikan bahwa industri hiburan tanah air mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru yang menjanjikan bagi generasi muda di era globalisasi. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Girl Group Indonesia #No Na Forbes #Forbes 30 Under 30 #lagu Rollerblade #88rising