RADAR KUDUS — Hanung Bramantyo sedang mempersiapkan peluncuran film “Children of Heaven” dalam versi Indonesia yang akan tayang di bioskop seluruh tanah air mulai tanggal 27 Mei 2026.
Ini adalah adaptasi dari film Iran karya Majid Majidi yang pernah dinominasikan di ajang Oscar, dan disajikan oleh sutradara ternama Indonesia ini dengan sentuhan lokal sambil tetap mempertahankan inti emosional mengenai kisah kakak beradik yang menghadapi keterbatasan.
Penonton di Indonesia akan dibawa masuk ke dunia Ali dan Zahra, anak-anak dari pasangan yang hidup dalam kemiskinan di kawasan padat penduduk, yang terpaksa berbagi sepatu yang sudah usang agar tetap bisa bersekolah.
Baca Juga: Warna ASI Steffi Zamora Berwarna Kuning Pekat Jadi Sorotan, Ternyata Ini Penjelasan Steffi
Dalam versi yang dikerjakan Hanung, karakter Ali dan Zahra ditempatkan dalam latar kehidupan perkotaan Indonesia yang sibuk dan kumuh, namun tetap menampilkan kehangatan berkat hubungan keluarga yang erat.
Konflik utama muncul ketika Ali secara tidak sengaja kehilangan sepatu milik Zahra, yang membuat mereka memutuskan untuk tidak memberi tahu orang tua dan gantian menggunakan sepatu usang milik Ali.
Zahra pergi ke sekolah lebih awal, lalu bergegas pulang agar Ali bisa pergi sekolah dengan sepatu yang sama, sementara Ali sering terlambat dan berdiam diri saat dimarahi guru karena merasa bersalah.
Ketegangan yang terjadi justru menjadikan mereka saling memahami dan berkorban satu sama lain sebagai saudara.
Baca Juga: Film "Dosa: Penebusan atau Pengampunan" Jadi Langkah Baru Irish Bella Sebagai Produser Eksekutif
Menariknya, Hanung Bramantyo dengan sengaja menghindari penggambaran kesedihan yang berlebihan.
Ia menginstruksikan para aktor, terutama anak-anak yang terpilih melalui open casting, untuk menunjukkan sisi yang realistis dan alami, tidak hanya sekadar menggambarkan penderitaan secara dramatis.
Hal ini membuat penonton tidak merasakan "haru paksa", tetapi benar-benar terhubung secara emosional dengan Ali dan Zahra, seolah menyaksikan kenyataan anak-anak yang tinggal di kawasan kumuh di kota besar Indonesia.
Film ini juga menyoroti dinamika hubungan orang tua yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dasar sambil tetap menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab pada anak-anak mereka.
Baca Juga: Tegas! Dewi Persik Tegur Aldi Taher Terkait Pernyataan Salah Soal Felice Gabriel
Puncak cerita film terletak pada lomba lari yang diikuti oleh Ali, di mana sepatu baru menjadi hadiah bagi pemenang ketiga.
Ali berlatih dengan giat setiap hari dengan harapan dapat membawa pulang sepatu baru untuk Zahra, agar adiknya tidak perlu lagi berjuang untuk mengejar sepatu miliknya.
Ketika Ali akhirnya berhasil meraih juara pertama dan tidak memperoleh sepatu yang ia impikan, emosinya pecah dalam tangis haru, mengingatkan penonton bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari hadiah yang bersifat fisik, melainkan dari nilai pengorbanan dan cinta yang ia bawa pulang.
Baca Juga: Elegan di Cannes Film Festival 2026, Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Gaun Hitam
Hanung juga menghubungkan film ini dengan kampanye sosial “Sepasang Sepatu, Berjuta Mimpi”, yang terkait dengan kasus Mandala, seorang siswa SMK di Samarinda yang meninggal dunia akibat infeksi kaki karena tidak memiliki sepatu.
Dia berharap agar “Children of Heaven” versi Indonesia tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk lebih peka terhadap anak-anak yang kurang beruntung dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti sepatu dan pendidikan.
Film ini dijadwalkan untuk ditayangkan secara bersamaan di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026.
Bagi penonton yang ingin cerita yang hangat, menyentuh, dan tetap sesuai dengan situasi Indonesia saat ini, versi “Children of Heaven” dari Hanung Bramantyo menawarkan kisah sederhana yang memiliki makna dalam.
Editor : Anita Fitriani